Wajah ganda kolonialisme dan mimikri subjek terjajah dalam cerpen "Tambo Raden Sukmakarto" karya Dwi Cipta

Asriyansyah Asriyansyah(1*), Ega Erlambang(2),

(1) Gadjah Mada University
(2) Gadjah Mada University
(*) Corresponding Author

Abstract


Mimikri bukan sekadar peniruan terjajah terhadap penjajah, baik dilakukan secara disengaja maupun tidak sengaja, melainkan juga sebagai bentuk resistansi atas kekuasaan kolonial. Cerpen “Tambo Raden Sukmakarto”, ditulis oleh Dwi Cipta, menampilkan sebuah ironi wajah ganda kolonialisme dan bentuk resistansi terjajah berupa mimikri. Raden Sukmakarto, tokoh sentral dalam cerpen, merupakan seorang keturunan bangsawan Jawa berpendidikan ala Belanda; ia sebagai subjek terjajah, dibentuk dan direproduksi, dalam lingkungan kolonial Belanda pada Hindia Belanda atau Indonesia sebelum merdeka. Bukan sekadar telah memiliki atribut-atribut kolonial, berupa pendidikan ala Belanda, Raden Sukmakarto juga bahkan meminjam dan meniru atribut-atribut tersebut dengan mengalihbahasakan lagu kebangsaan Belanda, “Wilhelmus van Nassau”, ke dalam bahasa Jawa. Penelitian sastra ini termasuk dalam jenis penelitian studi pustaka, dengan memanfaatkan metode kualitatif dan penyajian data secara deskriptif. Untuk menganalisis cerpen tersebut, penelitian ini berpijak pada teori pascakolonial perspektif Homi K. Bhabha, terutama mengenai resistansi terjajah berupa mimikri dalam keretakan kekuasaan kolonial. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa dominasi kolonial Belanda atas terjajah, dalam dualitas wajah kekuasaan berupa penindasan dan pemberadaban, akan selalu berakhir ironis dan membuka keretakan tersendiri akibat efek-efek ambivalensi. Mimikri pada Raden Sukmakarto terlihat sebagai strategi ganda secara bersamaan, mengguncang sekaligus resistan dari otoritas kolonial, dan hasil tiruan tersebut penuh dengan “keberlainan” dalam bentuk bukan sebagai Belanda atau Jawa secara utuh.


Keywords


colonialism; double face of colonialism; colonized subject; mimicry; postcolonial

Full Text:

PDF

References


Abdullah, R. D., & Rabbani, I. (2022). “Identitas Tokoh Pribumi dalam Cerpen ‘Penunjuk Jalan’ Karya Iksaka Banu: Kajian Pascakolonial Homi K. Bhabha”. Mimesis, Vol. 3, No. 1, 10-23. https://doi.org/10.12928/mms.v3i1.5247

Aji, G. F. S. (2021). Structural Mythologies to Establish Post-coloniality: The Cases of Indonesian and Caribbean Literatures. In STRUKTURAL 2020: Proceedings of the 2nd International Seminar on Translation Studies, Applied Linguistics, Literature and Cultural Studies, STRUKTURAL 2020, 30 December 2020, Semarang, Indonesia (p. 62). European Alliance for Innovation. http://dx.doi.org/10.4108/eai.30-12-2020.2311239

Ashcroft, B., Griffiths, G., & Tiffin, H. (2007). Post-Colonial Studies: The Key Concepts. New York: Routledge

Bhabha, H. K. (1994). The Location of Culture. London: Routledge

Bhabha, H. K. (2021). Tentang Mimikri. Terj. Saut Pasaribu. Yogyakarta: Circa

Cipta, Dwi. (2006). “Tambo Raden Sukmakarto”. Diakses melalui website: https://cerpenkompas.wordpress.com/2006/05/07/tambo-raden-sukmakarto/

Epafras, L. C. (2012, November). Signifikansi Pemikiran Homi Bhabha: Sebuah Pengantar Teori Pascakolonial. Meninjau Kembali Wacana Post-Kolonial. https://doi.org/10.5281/zenodo.5975986

Faruk. (2007). Belenggu Pasca-Kolonial: Hegemoni dan Resistensi dalam Sastra Indonesia. Pustaka Pelajar.

Hardianti, Sitti. (2022). “Mimikri dan Ambivalensi dalam Cerpen ‘Ruma Sekola yang Saya Impiken’ Karya Kwee Tek Hoay”. Nusa, Vol. 17, No. 2, 208-220. https://doi.org/10.14710/nusa.17.2.83-95

Loomba, A. (2003). Kolonialisme/Pascakolonialisme. Terjemahan oleh H. Hadisukumo. Yogyakarta: Bentang Budaya.

Ratna, N. K. (2021). Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra (Cetakan XIV). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sarifah, R. N., & Safitri, I. N. (2023). “Mimikri Pribumi dan Kolonial Belanda dalam Novel Student Hidjo Karya Mas Marco Kartodikromo: Kajian Postkolonialisme”. Kibas Cenderawasih: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan, Vol. 20, No. 1, 85-97. https://doi.org/10.26499/kc.v20i1.337

Sultoni, A., & Utomo, H. W. (2021). Hibriditas, Mimikri, dan Ambivalensi dalam Cerpen Kupata dan Meneer Chastelein Karya Rosyid H. Dimas: Kajian Poskolonial. Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 6, 112–118. https://doi.org/10.26737/JP-BSI.V6I2.2428

Taula`bi`, D. S., Nensilianti, & Hajrah. (2021). “Mimikri dan Hibriditas dalam Novel Tanah Surga Merah Karya Arafat Nur (Tinjauan Poskolonial)”. Indonesian Journal of Social and Educational Studies, Vol. 2, No. 2, 128-138. https://doi.org/10.26858/ijses.v2i2.23162




DOI: https://doi.org/10.24071/sin.v19i2.13465

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Asriyansyah Asriyansyah, Ega Erlambang

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
Sintesis by https://e-journal.usd.ac.id/index.php/sintesis is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


Sintesis

View My Stats Sintesis