Bahasa Madura dan Indonesia sebagai Pengantar Ibadah dan Pelajaran Agama di GKJW Pepantan Paleran

Elisa Dourothun Nafis El Adibah(1*), Renita Bella Mariska(2), Alfisyah Nurhayati(3),

(1) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember
(2) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember
(3) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember
(*) Corresponding Author

Abstract


Language is a cultural element that every country has with its uniqueness. Madura language is the local language used by the people of Jember, especially Paleran Village. In addition to Madurese, the national language is also used in everyday life. Language has a function as a communication tool to convey information to others. With this, it is interesting that researchers want to study the strategy of using Madurese and Indonesian languages as an introduction to worship and religious lessons at GKJW Pepantan Paleran. There are three formulations of the problem studied, including: First, why Madura and Indonesian are used as an introduction to worship and religious lessons in the Church. Second, how is the strategy of using the Madurese and Indonesian languages as an introduction to worship activities and providing religious lessons in the church?. Third, how to implement Madurese and Indonesian languages as an introduction to worship and and provision of religious lessons in the church. This study uses empirical research methods with a literature study approach based on a descriptive qualitative data approach. The results of the research show that the Madurese language is the daily language of the people of Paleran hamlet. First, the use of the Madura language as an introduction is carried out in Sunday worship activities. The Madurese language is used because it makes it easier to convey the Bible written in Madurese. Second, the use of Indonesian is used for religious learning for children, youth, and adults such as mothers and fathers.

Abstrak

Bahasa merupakan unsur budaya yang dimiliki setiap negara dengan keunikannya. Bahasa madura merupakan bahasa lokal yang digunakan oleh masyarakat Jember, terutama Desa Paleran. Selain bahasa madura, bahasa nasional juga digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa memiliki fungsi sebagai alat komunikasi guna menyampaikan informasi kepada orang lain. Dengan hal ini, menarik peneliti ingin mengkaji strategi penggunaan bahasa madura dan indonesia sebagai pengantar ibadah dan pelajaran agama di GKJW Pepantan Paleran. Terdapat tiga rumusan masalah yang dikaji, diantaranya: Pertama, mengapa bahasa madura dan Indonesia digunakan sebagai pengantar ibadah dan pelajaran agama di Gereja tersebut. Kedua, bagaimana strategi penggunaan bahasa madura dan Indonesia sebagai pengantar dalam kegiatan ibadah dan pemberian pelajaran agama di gereja tersebut. Ketiga, bagaimana implementasi bahasa madura dan Indonesia sebagai pengantar ibadah dan dan pemberian pelajaran agama di gereja tersebut. Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian empiris dengan pendekatan studi pustaka berdasarkan pendekatan data kualitatif deskriptif. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahasa madura merupakan bahasa sehari-hari masyarakat dusun Paleran. Pertama, penggunaan bahasa madura sebagai pengantar dilaksanakan pada kegiatan Ibadah hari minggu. Bahasa madura digunakan karena mempermudah dalam menyampaikan Al Kitab yang tertulis bahasa Madura. Kedua, penggunaan bahasa Indonesia dipakai untuk pembelajaran agama bagi kalangan anak-anak, pemuda, kalangan dewasa seperti ibu-ibu dan bapak-bapak.

 


Keywords


Bahasa Madura dan Indonesia, Kegiatan Ibadah dan Pengajaran Keagamaan, GKJW Pepanthan Paleran

References


Albab, Muhammad Ulil. “Pluralisme Songkok Dan Alkitab Bahasa Madura Satu-Satunya,” n.d. https://mojok.co/liputan/pluralisme-songkok-dan-alkitab-bahasa-madura-satu-satunya/.

Aljamaliah, S N M, and D M Darmadi. “Penggunaan Bahasa Daerah (Sunda) Di Kalangan Remaja Dalam Melestarikan Bahasa Nasional Untuk Membangun Jati Diri Bangsa.” Jurnal Ilmiah SARASVATI 3, no. 2 (2021): 9–12.

Anoegrajekti, Novi, and Sunarti. “Jejak Langkah Perubahan : Dari Using Sampai Indonesia.” Penerbit Ombak, 2016, 416. http://repository.unej.ac.id/handle/123456789/77022.

Ayu Yennanda, Feddy Prasetyo, Refina Aulia Agisti, dan Widya Kurnia Putri. “Peran Dan Fungsi Bahasa.” Wordpress.Com, 2014, 1–11.

Bhisma Satya Dharma, S.KM. , Tirta Amerta Isworo, S.KM. “PENDALUNGAN” SEBAGAI BENTUK KEHARMONISAN BUDAYA DI KABUPATEN JEMBER, 2020.

Br Tondang, Asnida Eva Monica. “Fungsi Gereja Kristen Protestan Simalungun Untuk Melestarikan Bahasa Simalungun Pada Namaposo Di Kampung Durian Kecamatan Medan Timur,” 2020, 75–78. http://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/42778.

Edition, First. “MISSION SPARKS : Academic Journal of Asia Region,” no. June (2016).

Fikri Ardiansyah, Nurul Mahruzah Yuhya. “BAHASA JAWA KRAMA DI MADRASAH IBTIDAIYAH PRESERVATION OF LOCAL CULTURE THROUGH JAVA KRAMA LANGUAGE FAITHFULATION AT MADRASAH IBTIDAIYAH Al-Mihnah” 01, no. 01 (2022): 68–88.

Gkjw.or.id. “Greja Kristen Jawi Wetan,” n.d. https://gkjw.or.id/tentang-gkjw/sejarah/.

Hidayah, Ibnu, Sumardi Sumardi, Rully Putri Nirmala Puji, Guruh Prasetyo, and Jefri Rieski Triyanto. “Masyarakat Madura Jemaat Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Sumberpakem, Kabupaten Jember Tahun 1994-2021.” Sejarah Dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, Dan Pengajarannya 17, no. 1 (2023): 43. https://doi.org/10.17977/um020v17i12023p43-55.

Listyorini, Ari. “EKSISTENSI BAHASA DAERAH DAN BAHASA INDONESIA SEBAGAI ALAT KOMUNIKASI DALAM PERSAINGAN GLOBAL,” 2015, 69–73.

Sair, Abdus. “ETIKA MASYARAKAT PANDALUNGAN DALAM MERAJUT KEBHINEKAAN (AGAMA) Abdus,” 1945, 47–58.

Septiani, Dwi, and Desi Karolina Saragih. “Pemertahanan Bahasa Batak Toba Di Gereja Hkbp Sutoyo Cawang (Konservasi Bahasa Daerah).” ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pembelajarannya 3, no. 1 (2020): 23–31. https://doi.org/10.33503/alfabeta.v3i1.755.

Wenda, Daniel, Lewi Kabanga, and Maryo Welly Labobar. “Fungsi Bahasa Pada Konten Khotbah Pengkhotbah Di Jemaat-Jemaat Lingkungan Kota Klasis Sentani.” Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya 5, no. 4 (2022): 793–806. https://doi.org/10.30872/diglosia.v5i4.483.

Wiratno, Tri, and Riyadi Santosa. “Bahasa, Fungsi Bahasa, Dan Konteks Sosial.” Modul Pengantar Linguistik Umum, 2014, 1–19. http://www.pustaka.ut.ac.id/lib/wp-content/uploads/pdfmk/BING4214-M1.pdf.

Yulianti, Cicin. “Wow! Ternyata Indonesia Punya 718 Bahasa Daerah, Ini Daftarnya.” detikedu, n.d. https://www.detik.com/edu/edutainment/d-6583601/wow-ternyata-indonesia-punya-718-bahasa-daerah-ini-daftarnya#:~:text=Berdasarkan data dari Badan Bahasa,Timur%2C dan 62 di Sulawesi.

Yuliharti, Yuliharti. “Pembentukan Karakter Islami Dalam Hadis Dan Implikasinya Pada Jalur Pendidikan Non Formal.” POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam 4, no. 2 (2019): 216. https://doi.org/10.24014/potensia.v4i2.5918.




DOI: https://doi.org/10.24071/div.v2i1.7466

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

Flag Counter

E-ISSN: (Validity Starting Volume 1 No. 2, Juli 2023) 2988-2311

P-ISSN: (Validity Starting Volume 1 No. 2, Juli 2023) 2988-5434

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.