Me-Liyan-kan Perempuan dalam Filsafat Relasionalitas Armada Riyanto dan Ata Pe’ang dalam Budaya Manggarai
(1) STFT Widya Sasana-Malang
(2) STFT Widya Sasana Malang
(*) Corresponding Author
Abstract
Focus this paper is comparing the concept of othering women in Armada's Relational Philosophy and the concept of ata pe'ang (outsider) in Manggarai culture. The method used is a critical analysis with a comparative approach between the concept of othering women in Armada's Relational Philosophy and the concept of ata pe'ang in Manggarai culture. The author finds that the label of ata pe'ang has shackled women, thus viewing them as the other. This shackling is rooted in a misunderstanding of the concept of ata pe'ang as intended by the Manggarai ancestors. Relational Philosophy can serve as a critical lens for this reality. Relational philosophy provides a new contribution, namely that ata pe'ang must be viewed as relational subjects, and it critiques the marginalization of women in Manggarai culture. Furthermore, Armada's philosophical concept helps reconstruct unequal cultural practices and affirms that women, as ata pe'ang, can be agents of change in communal life.
Abstrak
Fokus tulisan ini adalah membuat komparasi konsep me-liyan-kan perempuan dalam filsafat Relasionalitas Armada dan konsep ata pe’ang (orang luar) dalam budaya Manggarai. Metode yang digunakan ialah analisis kritis dengan pendekatan komparatif antara konsep me-liyan-kan perempuan filsafat Relasionlitas Armada dan konsep ata pe’ang dalam budaya Manggarai. Penulis menemukan bahwa pelabelan ata pe’ang telah membelenggu kaum perempuan sehingga perempuan dipandang sebagai liyan. Keterbelengguan tersebut berakar pada kesalahpahaman terhadap konsep ata pe’ang sebagaimana dimaksudkan oleh para leluhur orang Manggarai. Filsafat Relasionalitas dapat menjadi lensa kritik terhadap realitas tersebut. Filsafat relasionlitas memberikan sumbangan baru bahwa Ata pe’ang harus dipandang sebagai subjek relasional, filsafat relasionlitas memberikan kritik marginalisasi perempuan dalam budaya Manggarai. Selain itu, konsep filosofis Armada membantu untuk merekonstruksikan kembali praktik budaya yang timpang serta memberikan penegasan bahwa perempuan sebagai ata pe’ang dapat menjadi agen perubahan dalam kehidupan bersama.
Keywords
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Ambung, Marselina, Frederika Arciciliani Marce, Marcelina D. Jemaan, dan Yohanes Pemandi Lian. “Penerapan Akuntansi Belis dalam Adat Perkawinan Masyarakat Manggarai Nusa Tenggara Timur.” SCIENTIFIC JOURNAL OF REFLECTION : Economic, Accounting, Management and Business 8, no. 1 (2025): 28.
Arni, dan Nor Halimah. “Fenomena Kesurupan:Studi Analisis Kritis Dalam Kajian Teologi dan Psikologi Islam.” Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman 10, no. 2 (2020): 107.
Bagul, Yeremias, Heryanto Amalo, dan Rosalind Angel Fanggi. “Kajian Kriminologis terhadap Kekerasan yang Dilakukan oleh Pasangan Kumpul Kebo: Studi Kasus di Wilayah Hukum Polres Manggarai Barat.” Perkara: Jurnal Ilmu Hukum dan Politik 2, no. 2 (2024): 4.
Ch, Mufidah. “Rekonstruksi Kesetaraan Dan Keadilan Gender Dalam Konteks Sosial Budaya Dan Agama.” Egalita (2012): 1.
Florentina Mardiana Sarlin, Anita, Katarina Dhiki. “REPRESENTASI SPIRIT SOLIDARITAS DALAM BUDAYA SIDA LAKI (Analisis Kualitatif pada Masyarakat Desa Paka Kecamatan Satar Mese Kabupaten Manggarai).” SAJARATUN, Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah 9, no. 1 (2024): 151.
Genua, Veronika, dan Maria Emerensiana Saira. “Teks Torok adat Ritual Kelas Tradisi Masyarakat Lentang Kabupaten Manggarai-Flores: Sebuah Kajian Linguistik Kebudayaan.” Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra 9, no. 1 (2023): 43.
Letsoin, Yetva Softiming, Kristinus Sembiring, dan Yosefina Elsiana Suhartini. “Womanhood of Roko Molas Poco Rite in Manggarai’s Patriarchal Culture: A Discourse on Simone de Beauvoir.” Perspektif, Jurnal Agama dan Kebudayaan 19, no. 1 (2024): 105.
Metode, Penggunaan, dan Kontrasepsi Jangka. “Edukasi Pengetahuan Masyarakat Tentang Kesadaran Dalam Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang.” JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM), 5, no. April (2022): 1271.
Rambut, Kanisius. “Ungkapan Paralel Dalam Teks Ritual Kenduri Etnik Manggarai: Kajian Linguitik Kebudayaan.” Tutur: Cakrawala Kajian Bahasa- Bahasa Nusantara 4, no. 1 (2018): 54.
Riyanto, Armada. RELASIONALITAS FILSAFAT FONDASI INTERPRETASI: Aku, Teks, Liyan, Fenomen. Yogyakarta: Kanisius, 2018.
Riyanto, Fx. E. Armada. Berteologi di Ruang Inklusif: Saya Metodologi Felix Wilfred. Dalam TEOLOGI PUBLIK: Sayap Metodologi & Praksis. Diedit oleh Fx. E. Armada Riyanto. Yogyakarta: Kanisius, 2021.
———. DEKOLONISASI: Filsafat-Metodologis Kesadaran tentang Liyan, Kekuasaan, Societas “Kita.” Diedit oleh Kristi Edian, Herianto. Yogyakarta: Kanisius, 2025.
Rosdiana Su, Yosefina, Fatmawati Fatmawati, dan Zephisius R. A. Ntelok. “Penguatan Partisipasi Perempuan dalam Pengendalian Resiko Kerusakan Lingkungan Hidup bagi Kelompok Ibu Rumah Tangga di Kelurahan Mbaumuku, Manggarai, Flores, NTT.” International Journal of Community Service Learning 3, no. 2 (2019): 79.
Sili, Adrianus Musu, Ferdinandus Iswandi, Oktavianus Nefrindo, dan Carolus Borromeus Mulyatno. “Menyelami Filosofi Lonto Leok: Persatuan dan Konsensus dalam Budaya Manggarai.” Proceedings of The National Conference on Indonesian Philosophy and Theology 2, no. 2 (2024): 460.
Tas, Paula Heleonora Beatrix. “Loce: Medium Partisipasi Perempuan Dalam Merawat Memori Kolektif.” Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah 6, no. 2 (2024): 40.
DOI: https://doi.org/10.24071/div.v4i1.13811
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
E-ISSN: (Validity Starting Volume 1 No. 2, Juli 2023) 2988-2311
P-ISSN: (Validity Starting Volume 1 No. 2, Juli 2023) 2988-5434
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

.png)
.png)
.png)
2.png)

.png)

2.jpg)