KAJIAN HISTORIS KOMPARATIF CERITA BATANG GARING

Puji Santosa, Djamari Djamari

Abstract


Penelitian ini mengkaji cerita Batang Garing, cerita rakyat dari Kalimantan Tengah, dengan pendekatan historis komparatif seperti yang dilakukan oleh mazhab Finlandia. Masalah penelitian adalah bagaimanakah tipe, motif, dan historis komparatif cerita Batang Garing? Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan tipe, motif, dan historis komparatif cerita Batang Garing dengan cerita lain yang setipe dan semotif, seperti cerita Kalpataru, Pohon Bodhi, Pohon Pengetahuan Baik dan Buruk, Pohon Kuldi, dan Gunungan cerita Pewayangan dari Jawa. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita Batang Garing termasuk tipe cerita mitologi religius keagamaan yang bersifat supranatural, yakni cerita yang dipercayai oleh pemeluk agama Hindu Kaharingan yang termaktub dalam kitab Panaturan. Terdapat delapan motif utama dalam cerita Batang Garing, yaitu motif penciptaan alam semesta, motif kepercayaan akan adanya satu Tuhan, motif pohon kehidupan, motif binatang yang luar biasa, motif penciptaan manusia, motif kematian binatang sebagai awal kehidupan, motif kematian tanaman sebagai awal kehidupan, dan motif bagian-bagian tanaman yang melambangkan keberadaan Tuhan. Secara historis komparatif Batang Garing memiliki keluasan dan kedalaman makna yang berbeda dari cerita yang setipe dan semotif lainnya di dunia, bahkan lebih tua daripada Tree of Life kebudayaan Mesir. Cerita Batang Garing menjadi cerita sakral yang melegenda dan dipercayai sebagai cerita asal-usul nenek moyang suku Dayak di Kalimantan.

Kata Kunci: deskriptif, tipe, motif, historis komparatif.


Full Text:

PDF

References


Danandjaja, James. 2007. Folklore Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng, dan lain-lain. Cetakan ketujuh. Cetakan pertama 1984. Jakarta: Grafiti.

. 2008. Folklor dan Pembangunan Kalimantan Tengah: Merekontruksi Nilai Budaya Orang Dayak Ngaju dan Ot Danum Melalui Cerita Rakyat Mereka Dalam Pudentia MPSS (editor). Metodologi Kajian Tradisi Lisan. Jakarta: Asosiasi Tradisi Lisan (ATL).

Florus, Paulus dkk (ed). 2010. Kebudayaan Dayak: Aktuali-sasi dan Transformasi. Pontianak dan Jakarta: LP3S-Institute Dayakology Research and Development dan Gramedia Widiasarana Indonesia.

Hanifah, Abu (pengalihaksaraan). 1996. Kisasu L-Anbiya. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Hasan, Hamdan. 1990. Surat Al-Anbiya. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka.

Mihing, Teras. 1986. Sekilas Makna Batang Garing dalam http://lewu-katingan.blogspot. com/ 2010/08/sekilas-maknabatang-garing.html.

Mohamad, Goenawan. 2013. Gunungan dalam Sudjarwo, Heru S. dkk. 2013. Rupa dan Karakter Wayang Purwa. Cetakan Kedua. Cetakan pertama 2010. Jakarta: Kakilangit Kencana Prenada Media Group.

Nasir, Mohammad. 1999. Metode Penelitian. Cetakan Keempat. Cetakan pertama 1985. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Peursen, C.A. Van. 1976. Strategi Kebudayaan. Terjemahan Dick Hartoko. Yogyakarta: Kanisius.

Ratna, Nyoman Kutha. 2008. Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Cetakan keempat. Cetakan Pertama 2004. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Siyok, Damianus dan Yankris. 2014. Discovery Manusia Dayak: Dari Peradaban Leluhur, Menuju Pertenuan Tumbang Anoi 1894 dan Kisah Manusia Dayak Masa Kini. Palangkaraya: Sinar Begawan Khatulistiwa.

Sudaryanto (editor). 2001. Kamus Pepak Basa Jawa. Yogyakarta: Badan Pekerja Kongres Bahasa Jawa.

Sudjarwo, Heru S. dkk. 2013. Rupa dan Karakter Wayang Purwo. Cetakan Kedua. Cetakan pertama 2010. Jakarta: Kakilangit Kencana Prenada Media Group.

Thompson, Stith. 1966. Motif-Index of Folk Literature: A Classification of Narative Elemens in Folktales, Ballads, Myths, Fables, Mediaeval Romances, Exampla, Fabliaux, Jest-Books, and Local Lagends. California: University of California Press.

. 1977. The Folktale. California: University of California Press.

Ukur, Fridolin. 1971. Tanya-Djawab Suku Dayak. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Vries, Anne de. 1999. Cerita-Cerita Alkitab Perjanjian Lama. Diterjemahkan dari Groot Vertelbook Ny. J. Siahaan-Nababan dan A. Simanjuntak. Cetakan ke-9. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Yapi Taum, Yoseph. 2011. Studi Sastra Lisan: Sejarah, Teori, Metode dan Pendekatan Disertai Contoh Penerapannya. Yogyakarta: Lamalera.




DOI: https://doi.org/10.24071/sin.v9i2.913

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Sintesis

View My Stats Sintesis