NOVEL INDONESIA SETELAH 1998: DARI SASTRA TRAUMATIK KE SASTRA HEROIK

Aprinus Salam

Abstract


Tulisan ini membicarakan perkembangan novel Indonesia setelah 1998. Dengan demikian, kajian ini membicarakan lingkungan eksternal yang secara signifikan berpengaruh terhadap penulisan novel. Latar kondisi (diskursif) tahun 1965 hingga 1998 dipakai untuk membuktikan bahwa pada tahun-tahun tersebut novel Indonesia juga sangat dipengaruhi oleh situasi eksternalnya.
Novel Indonesia setelah tahun 1998 menunjukkan pergeseran dari sastra sastra traumatik ke sastra heroik. Sastra heroik ini bercirikan 1) tidak lagi melarikan kesalahan sejarah masa lalu, tetapi lebih mendesak untuk memperbaiki keadaan yang memperihatinkan pada saat ini, 2) cenderung tidak lagi merekonstruksi sejarah 3) mengambil setting pada masa Orba, 4) bercerita dalam suasana reaktif daripada reflektif, 5) terdapat ketegangan antara harapan reformasi dan kenyataan yang dihadapi 6) adanya semangat reformasi dengan tidak ada lagi hal yang perlu ditakuti.
KATA KUNCI novel, sastra traumatik, sastra heroik


Full Text:

PDF

References


Atmowiloto, Arswendo. 1986. Canting. Jakarta: Gramedia.

Balibar, Etienne dan Pierre Macherey. 1987. "On Literature As an Ideological Form", dalam Robert Young, Untying The Text: A Post-Structuralist Reader. London and New York: Routledge and Kegan Paul.

Budiawan. 2004. Mematahkan Pewarisan Ingatan Wacana Anti-Komunis dan Politik Rekonsiliasi Pasca Soeharto. Jakarta: ELSAM.

Damono, Sapardi Djoko. 1984. Sosiologi Sastra Sebuah Pengantar Ringkas. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Dee (Dewi Lestari). 2001. Supernova. Bandung: Truedee Books.

Emmerson, Donald K. 1978. "The Bureaucracy in Political Context: Weakness in Strenght", dalam Karl D. Jackson dan Lucian W. Pye (Ed.). Political Power and Communications in Indonesia. Berkeley: University of Calofornia Press.

Foucault, Michel. 1987. "The Order of Discourse", dalam Robert Young, Untying The Text: A Post-Structuralist Reader. London and New York: Routledge and Kegan Paul.

Foulcher, Keith. 1987. Historical Past and Political Present in Recent Indonesian Novels, paper seminar The Trauma of 1965: Meaning and Memory, Melbourne.

Grebstein, Sheldon Norman. 1968. Perspectives in Contemporary Criticism. New York: Harper Row.

Heryanto, Ariel (ed.). 1985. Perdebatan Sastra Kontekstual. Jakarta: Rajawali Press.

Kayam, Umar. 1992. Para Priyayi. Jakarta: Gramedia

Kayam, Umar. 1999. Jalan Menikung (Para Priyayi 2). Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.

Kuntowijoyo. 1994. Pasar. Yogyakarta: Bentang.

Kuntowijoyo. 2000. Mantara Penjinak Ular. Jakarta: Kompas Media Nusantara.

Kuntowijoyo. 2003. Wasripin dan Satinah. Jakarta: Kompas.

Latif, Yudi dan Idi Subandy Ibrahim. 1996. "Bahasa dan Kekuasaan: Politik Wacana di Panggung Orde Baru", dalam Yudi Latif dan Idi Subandy Ibrahim. Bahasa dan Kekuasaan: Politik Wacana di Panggung Orde Baru. Bandung: Mizan.

Mangunwijaya, YB. 1999 (Cet. 1981). Burung-Burung Manyar. Jakarta: Djambatan.

Payne, Michael. 1997. Reading Knowledge An Introduction to Barthes, Foucault, and Derrida. Malden, Massachusetts: Blackwell.

Storey, John. 1993. An Introductory Guide to Cultural Theory and Popular Culture. London: Harvester Wheatsheaf.

Sulistyo, Hermawan. 2000. Paru Arit di Ladang Tebu. Sejarah Pembantaian Massal yang Terlupakan (Jombang-Kediri 1965-1966). Jakarta: KPG.

Suryadi Ag, Linus. 2002 (Cet. 1. 1981). Pengakuan Pariyem. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Toer, Pramoedya Ananta. 1980. Bumi Manusia. Jakarta: Hasta Mitra.

Tohari, Ahmad. 1982. Ronggeng Dukuh Paruk. Jakarta: Gramedia.

Tohari, Ahmad. 1985. Lintang Kemukus Dini Hari. Jakarta: Gramedia.

Tohari, Ahmad. 1986. Jantera Bianglala. Jakarta: Gramedia.

Tohari, Ahmad. 2004. Orang-Orang Proyek. Yogyakarta: Mahatari.

Utami, Ayu. 1999. Saman. Jakarta: Gramedia.




DOI: https://doi.org/10.24071/sin.v6i1.2708

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Sintesis

View My Stats Sintesis