Mengembalikan Peran Kapital Budaya dalam Pendidikan Kritis Berdasarkan Pemikiran Pierre Bourdieu

Norbertus Alexandro Tutu Sare(1*), Adelstein Kadola(2), Rodriques Payung(3), Emanuel Gobang(4),

(1) Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma
(2) Universitas Sanata Dharma
(3) Universitas Sanata Dharma
(4) Sekolah Tinggi Filsafat Driyakara
(*) Corresponding Author

Abstract


Education often serves as a pathway that mobilizes society but simultaneously reproduces social inequality due to the marginalization of cultural capital. As a result, education fails to fulfill its mission of developing critical, moral, and civilized human beings. This qualitative study aims to explore Pierre Bourdieu’s concept of cultural capital and analyze how the dominance of economic and social capital within the education system contributes to the marginalization of cultural capital. The method used is a literature study examining Bourdieu’s theoretical framework. The findings indicate the necessity of repositioning cultural capital to restore the function of education as a space for intellectual and moral empowerment. The dominance of economic and social capital has led education to become pragmatically oriented, reinforcing the reproduction of unjust social structures. Repositioning cultural capital provides a foundation for developing educational policies that strengthen knowledge accessibility, critical literacy, appreciation of arts and culture, and equitable intellectual skills development. Strengthening cultural capital allows education to once again fulfill its essential role as a means of shaping critical, moral, and civilized human beings.

Abstrak

Pendidikan sering menjadi jalan memobilisasi masyarakat yang memproduksi ketimpangan sosial akibat terpinggirkannya kapital budaya. Akibatnya, pendidikan gagal mewujudkan tugas untuk mengembangkan manusia yang kritis, bermoral, dan beradab . Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep kapital budaya Pierre Bourdieu dan menganalisis bagaimana dominasi kapital ekonomi dan sosial dalam sistem pendidikan berkontribusi terhadap marginalisasi kapital budaya. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menelaah pemikiran Bourdieu. Hasil penelitian ini menunjukkan perlunya reposisi kapital budaya untuk mengembalikan fungsi pendidikan sebagai ruang pemberdayaan intelektual dan moral. Dominasi kapital ekonomi dan sosial menjadikan pendidikan cenderung berorientasi pada tujuan pragmatis yang memperkuat reproduksi struktur sosial yang tidak adil. Reposisi kapital budaya menjadi dasar pengembangan kebijakan pendidikan yang menguatkan aksesibilitas pengetahuan, penguatan literasi kritis, apresiasi seni dan budaya, serta pengembangan keterampilan intelektual yang merata. Pengembangan kapital budaya menjadikan pendidikan dapat kembali menjalankan fungsinya sebagai sarana pembentukan manusia yang kritis, bermoral, dan beradab.


Keywords


Kapital Budaya, Ketimpangan Sosial, Pendidikan, Manusia Kritis.

Full Text:

PDF

References


Ali, Mahnoor. “The Right to Education Act in India: Success and Challenges in Implementation.” Broken Chalk, 2025. https://brokenchalk.org/the-right-to-education-act-in-india-success-and-challenges-in-implementation/.

Aryani, Irma, and Muhamad Sofian Hadi. “Implementasi Gerakan Literasi di Sekolah Dasar: Implikasinya pada Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar.” Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti 12, no. 2 (2025): 329. https://doi.org/10.38048/jipcb.v12i2.5116.

“Dagang Ilmu: Komersialisasi Lembaga Pendidikan di Era Modern.” Kalimahsawa.id. Accessed October 11, 2025. https://kalimahsawa.id/dagang-ilmu-komersialisasi-lembaga-pendidikan-di-era-modern/.

Darma, Surya, and Annisa Fithria. “Harga Mahal Komersialisasi Pendidikan.” Majalah Suara ‘Aisyiyah, June 7, 2024. https://suaraaisyiyah.id/harga-mahal-komersialisasi-pendidikan/.

Dwijonagoro, KRT Samsul Hadi. Permasalahan Pendidikan dan Solusinya di Indonesia. n.d.

Jamaludin, Ujang, Reksa Adya Pribadi, and Siti Sarni. “Implementasi Model Problem Based Learning pada Pembelajaran IPA untuk Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa.” 2023.

Juliananda, Aulia. “Dampak Komersialisasi Pendidikan terhadap Pembangunan Karakter Bangsa: Apa Solusinya?” Kompasiana, June 12, 2024. https://www.kompasiana.com/juliaulia/6669c67534777c2d1701ce42/dampak-komersialisasi-pendidikan-terhadap-pembangunan-karakter-bangsa-apa-solusinya.

Lutfillah, Maya Muizatil, Arita Marini, and Maratun Nafiah. “Pengelolaan Pendidikan Dasar Dikaitkan dengan Mobilitas Sosial.” An-Nidzam: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Studi Islam 9, no. 1 (2022). https://doi.org/10.33507/an-nidzam.v9i1.465.

McLeod, Saul. “Cultural Capital: The Theory of Pierre Bourdieu.” Simply Psychology. Accessed October 19, 2025. https://www.simplypsychology.org/cultural-capital-theory-of-pierre-bourdieu.html.

Miftahusyaian, M. Kapital Sosial dan Pembangunan di Indonesia. n.d.

Miranda, and Fransiska Rambu Aya Mayi. “Pendidikan Sebagai Sarana Mobilitas Sosial dalam Masyarakat Multikultural.” Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial 7, no. 4 (2025): 88–94. https://doi.org/10.6578/triwikrama.v7i4.11074.

Muammar, Rinaldi. “Pendidikan sebagai Pilar Kesejahteraan: Menghubungkan Pendidikan dengan Kemajuan Sosial dan Ekonomi.” Jurnal Ekodik 8, no. 1 (2020): 1–6.

Muhsin, Moh Ali. “Komersialisasi Pendidikan Perlebar Kesenjangan Sosial.” Mambaul Ulum Bata-Bata, August 26, 2022. https://bata-bata.net/2022/08/26/Komersialisasi-Pendidikan-Perlebar-Kesenjangan-Sosial.html.

Muslim, Asbullah. “Integrasi Estetika dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar.” Modeling: Jurnal Program Studi PGMI 4, no. 1 (March 2017).

Mustikasari, Mega, Arlin Arlin, and Syamsu A. Kamaruddin. “Pemikiran Pierre Bourdieu dalam Memahami Realitas Sosial.” Kaganga: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora 6, no. 1 (2023): 12. https://doi.org/10.31539/kaganga.v6i1.5089.

Nazmi, Maya Mutia, and Yusnita Lisda Pulungan. “Peran Pendidikan sebagai Alat Transformasi Sosial.” Jurnal Kajian Agama Islam 8, no. 12 (2024). https://share.google/rychmPPxYo9OzoWC1.

Negara, Muhammad Jaya. “Paulo Freire Menolak Konsep ‘Banking Education’.” IBTimes Indonesia. Accessed October 19, 2025. https://ibtimes.id/paulo-freire-menolak-konsep-banking-education/.

Nurqadriani, and Dahzain Nur. Kapitalisme Pendidikan: Melawan Kapitalisasi dalam Dunia Pendidikan. 2022.

Permadi, Aji. “Kualitas Pendidikan Kita Bersahabat Karib dengan Kebobrokan.” Jakarta, 2024. https://www.kompas.id/artikel/kualitas-pendidikan-kita-bersahabat-karib-dengan-kebobrokan.

RudiRahman, Amri. “Pendidikan dan Status Sosial.” Kompasiana, February 3, 2022. https://www.kompasiana.com/amrirudi354/61fbefa7b4616e129807bbb3/pendidikan-dan-status-sosial.

Santo. “Pengaruh Pendidikan terhadap Mobilitas Sosial.” Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Medan Area, August 16, 2024. https://pemerintahan.uma.ac.id/2024/08/pengaruh-pendidikan-terhadap-mobilitas-sosial/.

Soleha, Ummi, Rina Diniati, and Ika Kurnia Sofiani. “Membangun Pendidikan Berbasis Etika: Perspektif Al-Ghazali.” HEMAT: Journal of Humanities Education Management Accounting and Transportation 1, no. 2 (August 2024).

Wijanarko, Fernanda Bagus. “Kesulitan Kebudayaan Lokal dalam Pendidikan Nasional di Era Modern.” Kompasiana, August 21, 2024. https://www.kompasiana.com/fernandabagus9891/66c5f964c925c471af748cc5/kesulitan-kebudayaan-lokal-sebagai-bahan-pembelajaran-dalam-pendidikan-nasional-di-era-modern.

Wulandari, Innayah, Eko Handoyo, Arief Yulianto, Sri Sumartiningsih, and Philip X. Fuchs. “Integrasi Nilai Kearifan Lokal dalam Pendidikan Karakter Siswa di Era Globalisasi.” Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter 7, no. 4 (2024): 370–376. http://journal.ummat.ac.id/index.php/pendeka.

Yuliati, Novi, Ahmad Husnul Wahab, and Ahmad Alfan Darmawan. “Dampak Komersialisasi Pendidikan terhadap Kesenjangan Sosial.” Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman 12, no. 1 (2024): 61–74. https://doi.org/10.52185/kariman.v12i1.422.




DOI: https://doi.org/10.24071/snf.v4i1.13755

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

     

E-ISSN: (Validity Starting Volume 1 No. 2, September 2023) 3047-0714

P-ISSN: (Validity Starting Volume 1 No. 2, September 2023) 3047-1451

Kaliurang St No.KM, RW.7, Joho, Condongcatur, Depok, Sleman Regency, Special Region of Yogyakarta 55281, Indonesia

Flag Counter

Proceedings of The National Conference on Indonesian Philosophy and Theology is licensed under CC BY-SA 4.0