Peran Relasi Timbal Balik di Era Globalisasi dalam Petuah Jawa dan Lamaholot

Dwika Tegar Ardiansah(1*), Yufensia Afriantis Gowo Making(2), Anselmus Wikan Wicaksono(3),

(1) Universitas Sanata Dharma
(2) Universitas Sanata Dharma
(3) Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana
(*) Corresponding Author

Abstract


The era of globalization demands innovation and emphasizes the importance of reciprocal relationships between humans and nature, as well as between humans themselves. Nature provides for human needs, while humans must contribute in return. However, exploitation of nature without reciprocity often occurs. In human relationships, especially between the old and the young, there has been a shift in roles; in the past, the young learned from the old, but now the old must also learn from the young. This study uses literature review and interviews to explore the ethical imperative of the advice “Kebo Nyusu Gudel” from Java and “Lewotana molo nage kame dore, Teti pana ake todok, Gawe ake wale” from Lamaholot. The three main questions are: What is the literal meaning of this advice? How do these sayings function as instruments in Javanese and Lamaholot society? What is the relevance of these sayings to relational roles in the era of globalization? The results of the study show the importance of human awareness in appreciating reciprocal relationships, the ethical message to continue learning and appreciating, and the relevance of these sayings as an answer to the importance of reciprocal relationships in the lives of Javanese and Lamaholot communities in the era of globalization.

Abstrak

Era globalisasi menuntut inovasi dan menegaskan pentingnya relasi timbal balik antara manusia dan alam serta antar manusia. Alam memberi kebutuhan kepada manusia, sementara manusia harus memberi kontribusi kembali. Meski sering terjadi eksploitasi alam tanpa timbal balik. Dalam hubungan antar manusia, khususnya antara yang tua dan muda, terjadi perubahan peran; dulu yang muda belajar dari yang tua, kini yang tua juga harus belajar dari yang muda. Penelitian ini menggunakan studi pustaka dan wawancara untuk mengeksplorasi imperatif etis petuah “Kebo Nyusu Gudel” dari Jawa dan “Lewotana molo nage kame dore, Teti pana ake todok, Gawe ake wale” dari Lamaholot. Tiga pertanyaan utama adalah: Apa makna literal petuah ini? Bagaimana petuah menjadi instrumen dalam masyarakat Jawa dan Lamaholot? Apa relevansi petuah terhadap peran relasi di era globalisasi? Hasil penelitian menunjukkan pentingnya kesadaran manusia menghargai relasi timbal balik, pesan etis untuk terus belajar dan menghargai, serta relevansi petuah sebagai jawaban atas pentingnya keterhubungan relasi timbal balik dalam kehidupan masyarakat Jawa dan Lamaholot di era global.


Keywords


Relasi timbal balik; Era globalisasi; Petuah Jawa dan Lamaholot

References


A.A. Kt. Sudiana, “Pengaturan Integrasi Kearifan Lokal dalam Penataan Lingkungan di Provinsi Bali,” Jurnal Hukum Saraswati (JHS) 3, no. 1 (2021): 933–945, https://doi.org/10.36733/jhshs.v2i2

Adon, Mathias Jebaru, Charles Virgenius Setiawan, dan Arnold Suhardi. “The Concept of Armada Riyanto’s Philosophy of Relationality as a Method of Philosophizing in Indonesia.” Pancasila: Jurnal Keindonesiaan 5, no. 1 (April 2025): 1–19. https://doi.org/10.52738/pjk.v5i1.646

Astuti, Okta Sari Windi, Yessi Fitriani, Darwin Effendi, Nabilah Binti Hasan, dan Mohd Kamarul Zaman. “Etika Profetik dan Nilai Kearifan Lokal dalam Cerita Rakyat Sumatera Selatan” Jurnal Pembahsi 15, Nomor 1 (2025). https://doi.org/10.31851/pembahsi.v15i1.17800

Brata, Ida Bagus. “Kearifan Budaya Lokal Perekat Identitas Bangsa.” Jurnal Bakti Saraswati 5, no. 1 (Maret 2016): 9–16.

Dzikriyyah, Andian Achya, Yolanda Fitria, Hanina Diastiti, M Irsyad Purwaaiman, “Peran Pemerintah Dalam Hubungan Timbal Balik Terhadap Lingkungan Sebagai Tanggung Jawab Etika”, Jurnal Filsafat Terapan 1, Nomor 1 (2022) 1 - 25.

Edi Suryadi, Dede Rohmat, dan R. Gurniwan Kamil Pasya, “Pelestarian Sumber Air sebagai Kearifan Lokal melalui Petuah pada Masyarakat Cibiru Utara Kota Bandung,” Jurnal Gea 14, no. 2 (Oktober 2014): 135–145. https://doi.org/10.17509/gea.v14i2.3403.g2395

Eko Setiawan dan Joko Triyanto, “Integrasi Kearifan Lokal dan Konservasi Masyarakat Sekitar Desa Penyangga Taman Nasional Alas Purwo,” Jurnal Analisa Sosiologi 10, no. 1 (2021): 94–111.

Ichsan Teng, Agung Murti Nugroho, dan Susilo Kusdiwanggo, “Pengaruh Petuah Bobeto terhadap Kearifan Setempat Kampung Kalaodi, Kota Tidore Kepulauan,” Jurnal RUAS 19, no. 2 (Desember 2021): 40–50. https://doi.org/10.21776/ub.ruas.2021.019.02.4

I Gede Januariawan, “Fungsi Kearifan Lokal dalam Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup di Desa Penglipuran,” Jurnal Penelitian Agama Hindu 3, no. 2 (2019): 245–256. https://doi.org/10.37329/jpah.v5i3.1297

Jadidah, Ines Tasya, Muhammad Raihan Alfarizi, Levi Luren Liza, Wira Sapitri dan Nabila Khairunnisa, “Analisis Pengaruh Arus Globalisasi Terhadap Budaya Lokal (Indonesia)”, Jurnal 3, Nomer 2 (2023) 40-47, https://jurnal.ucy.ac.id/index.php/AoSSaGCJ/index

Lemba, Vinsensius Ciprianus, Agnes Ona Bliti Puka, Pilipus Wai Lawet dan Kaliktus Ure Maran, “Identitas Ekofeminisme Perempuan Lamaholot dalam Mitos Besi Pare Tonu Wujo”, Jurnal Keilmuan Bahasa dan Sastra 9, Nomor 1, (April 2023) 269-284, https://ejournal.umm.ac.id/index.php/kembara

Lolangion, Feldy, Marselino Cristian Runturambi dan Jefry Kawuwung. “Menelaah Antroposentris dalam Menyikapi Lingkungan dari Perspektif Teologi Penciptaan” Jurnal Ilmiah Tumou Tou 8, Nomor 1 (Januari 2021).

Ruhulessin, john Christian. “Paradigma Etika Publik dalam Kearifan Lokal Pela” Jurnal Filsafat 29, no. 2 (2019(: 183-205. https://doi.org/10.22146/jf.36344

Roni Hidayat, “Peusijuek sebagai Kearifan Lokal Aceh dalam Menghadapi Globalisasi Budaya,” JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia) 9, no. 2 (2022): 134–146, https://doi.org/10.21831/jipsindo.v9i2.52038

Setyaningsih, Emi, Moh. Fadli, Adi Kusumaningrum, Mifdal Zusron Alfaqi, dan Manahan Budiarto Pandjaitan. “Peran Kearifan Lokal Suku Bajau di Desa Torosiaje – Gorontalo dalam Menghadapi Ancaman Bencana Ekologis dan Implikasinya terhadap Ketahanan Lingkungan Wilayah.” Jurnal Ketahanan Nasional, Nomor 29, Vol. 2 (Agustus 2023): 245–269. https://doi.org/10.22146/jkn.86079

Syamsiyatun, Siti dan Nihayatul Wafiroh, eds. Filsafat, Etika, dan Kearifan Lokal Untuk Konstruksi Moral Kebangsaan. Geneva: Globethics.net, 2013.




DOI: https://doi.org/10.24071/snf.v4i1.13728

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

     

E-ISSN: (Validity Starting Volume 1 No. 2, September 2023) 3047-0714

P-ISSN: (Validity Starting Volume 1 No. 2, September 2023) 3047-1451

Kaliurang St No.KM, RW.7, Joho, Condongcatur, Depok, Sleman Regency, Special Region of Yogyakarta 55281, Indonesia

Flag Counter

Proceedings of The National Conference on Indonesian Philosophy and Theology is licensed under CC BY-SA 4.0