Keluarga Sebagai Rumah Pendidikan Cinta Kasih Menurut Paus Fransiskus dalam Dokumen Amoris Laetitia

Alexander Roy Kurniawan(1*),

(1) Universitas Sanata Dharma
(*) Corresponding Author

Abstract


This article presents love as having fundamental significance in the holistic formation of individual character, encompassing cognitive, affective and behavioral dimensions. Love facilitates the development of essential socio-emotional competencies, such as emotion regulation, empathy, and interpersonal skills. According to the apostolic call Amoris Laetitia, through the perspective of the Catholic faith, the family plays a central and irreplaceable role as the primary socialization agent in internalizing the values of love. Developing a structured and comprehensive educational program to improve families' understanding of Christian values, including love, as well as providing practical provisions to implement these values in daily life. Based on these findings, the author develops an effective strategic framework for the implementation of love education in the family environment according to the Amoris Laetitia document. The method used in this article is the literature study research method.

Abstrak

Artikel ini menyajikan tentang cinta kasih yang memiliki signifikansi fundamental dalam pembentukan karakter individu yang holistik, mencakup dimensi kognitif, afektif, dan perilaku. Cinta kasih memfasilitasi perkembangan kompetensi sosio-emosional yang esensial, seperti regulasi emosi, empati, dan keterampilan interpersonal. Menurut seruan apostolik Amoris Laetitia, melalui perspektif iman Katolik, keluarga memegang peran sentral dan tak tergantikan sebagai agen sosialisasi primer dalam internalisasi nilai-nilai cinta kasih. Mengembangkan program pendidikan yang terstruktur dan komprehensif untuk meningkatkan pemahaman keluarga tentang nilai-nilai Kristiani, termasuk cinta kasih, serta memberikan bekal praktis untuk mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan temuan tersebut maka penulis mengembangkan kerangka kerja strategis yang efektif untuk implementasi pendidikan cinta kasih dalam lingkungan keluarga menurut dokumen Amoris Laetitia. Metode yang digunakan pada artikel ini adalah metode penelitian studi pustaka.


Keywords


Family, Love Education, Amoris Laetitia

References


Anderson, Herbert dan Susan B. W. Jhonson. Mengasuh Anak-anak: Suatu Cara Pandang Baru terhadap Anak-anak dan Keluarga (Judul asli: Regarding Children). Diterjemahkan oleh Penerbit Bina Media. Medan, Bina Media Perintis, 2003.

Santrock, J. W. Life-span development. McGraw-Hill Education, 2019.

Bortolini, G. The anthropological and theological foundations of Amoris laetitia. Theological Studies, 78(3), 637-659, 2017.

Cahyadi, Telesphorus Krispurwana. Gereja dan Pelayanan Kasih: Ensiklik Deus Caritas Est dan Komentar. Yogyakarta: Kanisius, 2010.

Cimperman, J. Amoris Laetitia: A new paradigm for moral theology? Theological Studies, 77(4), 808-828, 2016.

Derung, T. N., Marsela, S. H., & Keling, K. N. Katekese Tentang Kesetiaan Perkawinan Dalam Keluarga Menurut Hosea 1:2-9; 3:1-5 Bagi Suami Isteri. In Theos : Jurnal Pendidikan Dan Theologi, 1(6), 195–199, 2022.

Eminyan, Maurice. Teologi Keluarga (Judul asli: Theology of Family). Diterjemahkan oleh J. Hardiwiranto. Yogyakarta: Kanisius, 2001.

Fredrickson, B. L. Cultivating positive emotions. American Psychologist, 64, 314-327, 2009.

Hairunisa, G. N. Pengaruh Kehadiran Anak dan Jumlah Anak terhadap Kebahagiaan Orang Tua. Martabat: Jurnal Perempuan Dan Anak, 5(1), 127–152, 2021.

Haring, Bernard. Free and Faithful in Christ-Moral Theology for Priests and Laity, volume 2. Sydney: Society of St. Paul, 1979.

Konsili Vatikan II. “Konstitusi Pastoral tentang Gereja di Dunia Dewasa Ini” (Gaudium et Spes), dalam Dokumen Konsili Vatikan II. Diterjemahkan oleh R. Hardawiryana. Jakarta: Dokumentasi dan Penerangan KWI-Obor, 1993.

Moa, A., & Hewen, Y. P. Cinta Kasih Suami-Istri Sebagai Fondasi Kehidupan Keluarga Kristiani. Logos, 153–168, 2022.

Munir, M. Kedudukan Keluarga dalam Perspektif Filsafat Sosial. Jurnal Filsafat, 1(1), 25–32, 2017.

Patnani, M., Takwin, B., & Mansoer, W. W. The Lived Experience of Involuntary Childless in Indonesia: Phenomenological Analysis. Journal of Educational, Health and Community Psychology, 9(2), 2020.

Paus Fransiskus. Seruan Apostolik Amoris Laetitia (Sukacita Kasih) (Seri Dokumen Gerejawi no. 100). Diterjemahkan oleh Komisi Keluarga KWI dan Couples for Christ Indonesia. Jakarta: Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI, 2017.

Paus Yohanes Paulus II. Amanat Apostolik Familiaris Consortio (Seri Dokumen Gerejawi no. 30). Diterjemahkan oleh R. Hardawiryana. Jakarta: Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI, 1994.

Purwono & Kotan Daniel Boli. Diutus Sebagai Murid Yesus. Yogyaarta: PT Kanisius, 2017.

Sinha. Educational Psychology. New Dehli: J.L Kumar For Anmol PVT, 2001.

Sujiono. Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Macanan Jaya Cemerlang, 2009.

Yohanes Paulus II. Kitab Hukum Kanonik. Konferensi Waligereja Indonesia, 1–413, 2006.

Yuliana, A., & Pradeta, F. D. Metode Keluarga Yang Belum Memiliki Keturunan Dalam Menjaga Keharmonisan Dari Perspektif Sosiologi Keluarga. Jurnal Sadewa : Publikasi Ilmu Pendidikan, Pembelajaran Dan Ilmu Sosial, 1(3), 33–47, 2023.




DOI: https://doi.org/10.24071/snf.v3i2.10248

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

     

E-ISSN: (Validity Starting Volume 1 No. 2, September 2023) 3047-0714

P-ISSN: (Validity Starting Volume 1 No. 2, September 2023) 3047-1451

Kaliurang St No.KM, RW.7, Joho, Condongcatur, Depok, Sleman Regency, Special Region of Yogyakarta 55281, Indonesia

Flag Counter

Proceedings of The National Conference on Indonesian Philosophy and Theology is licensed under CC BY-SA 4.0