Paham Ketuhanan “Mori Kraeng” dalam Upacara Torok Wuat Wa’i bagi Anak-Anak Manggarai yang akan Melanjutkan Pendidikan ke Perguruan Tinggi

Anjelita Elan(1), Fransiskus Huba(2), Oktavianus Nefrindo(3*), Agus Widodo(4),

(1) Universitas Sanata Dharma
(2) Universitas Sanata Dharma
(3) rnefrindo@gmail.com
(4) Universitas Sanata Dharma
(*) Corresponding Author

Abstract


Torok Wuat Wa'i is a traditional ritual of the Manggarai community conducted when someone is about to migrate. Using qualitative methods through literature studies and interviews, this research aims to delve into the understanding of divinity in the Torok Wuat Wa’i ceremony, particularly for those who are going to study. The results show that the Manggarai people have a belief in a God who governs the universe and human life, whom they refer to as Mori Kraeng. Through the Torok Wuat Wa’i ritual, they pray for a good life and protection from Mori Kraeng, from the moment a person departs from their hometown, during the journey, throughout their studies in the migration area, and until their return to their hometown. Additionally, in the Torok Wuat Wa’i ceremony, they also pay homage to their ancestors, who are believed to play a crucial role in maintaining the balance of nature and human life. Therefore, the Torok Wuat Wa’i ceremony serves not only as a means to establish relationships and seek blessings from God but also as a manifestation of togetherness and unity among humans, the universe, and the spiritual world.

Abstrak

Torok Wuat Wa'i merupakan ritual adat masyarakat Manggarai yang dilakukan ketika seorang hendak merantau. Dengan metode kualitatif melalui studi pustaka dan wawancara, penelitian ini bermaksud untuk mendalami paham ketuhanan dalam upacara Torok Wuat Wa’i, khususnya bagi mereka yang hendak studi. Hasilnya menunjukkan bahwa masyarakat Manggarai mempunyai keyakinan akan Tuhan yang menguasai alam semesta dan kehidupan manusia, yang mereka sebut Mori Kraeng. Melalui ritual Torok Wuat Wa’i, mereka memohon kehidupan yang baik dan perlindungan dari Mori Kraeng, sejak seseorang berangkat dari kampung halaman, selama dalam perjalanan, selama studi di perantauan, hingga kepulangannya kembali ke kampung halaman. Selain itu, dalam upacara Torok Wuat Wa’i, mereka juga memberi penghormatan terhadap leluhur, yang diyakini berperan penting dalam menjaga keseimbangan alam dan kehidupan manusia. Oleh karena itu, upacara Torok Wuat Wa’i tidak hanya menjadi sarana menjalin relasi dan memohon berkat Tuhan, tetapi juga merupakan wujud kebersamaan dan kesatuan antara manusia, alam semesta, dan dunia spiritual.


Keywords


Anak-anak Manggarai, Mori Kraeng, Paham Ketuhanan, Perguruan Tinggi, Torok Wuat Wa’i.

References


Agung, Leonardus Mandut, Syahrul, Wahid Hayin Tra Beni, dan Arifin. “Tradisi Wuat Wa’i (Bekal Perjalanan) Sebelum Melanjutkan Pendidikan di Manggarai, Nusa Tenggara Timur.” Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya 7 (2021): 235–24. http://dx.doi.org/10.32884/ideas.v7i4.528

Erom, Kletus. “How To Name God in The Cultural Imagery of Manggaraian Language Speakers.” Jurnal Tutur 2, no. 2 (2016): 11–25.

Halum, Silvarius Jasa, dan Basuki. “Register Bahasa dalam Acara Adat Wuat Wa’i di Manggarai Nusa Tenggara Timur.” Caraka 7 (2020): 65–78.https://doi.org/10.30738/CARAKA.V7I1.8639

Helmon, Stefania, dan Antonius Nesi. “Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Tuturan Adat Torok Wuat Wa’i Masyarakat Manggarai: Kajian Ekolinguistik Metaforis.” Prolitera: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Budaya 3 (2020): 59–68.Hemang, Benedikta Afliani. “Makna dan Nilai Tuturan Tradisi Wuat Wa’i Masyarakat Desa Golo Riwu Kabupaten Manggarai Barat.” Skripsi, FKIP Undana, Kupang, 2022.

Moses, Ferdinandus. “Rhetorical Poetry Go’et Literature in Manggarai Society: Studi Rhetorical and Oral Poetic.” Ceudah Jurnal Ilmiah Sastra 9, no. 1 (2020): 56–66.

Nggoro, Adrianus Marselus. “Filosofi Wuat Wa’i Budaya Manggarai dari Perspektif Demokrasi Pancasila.” Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio 7, no. 1 (2014): 102–113.https://doi.org/10.36928/jpkm.v7i1.25

Nurti, Hilda Trinita, Hetty Purnamasari, dan Imron Amrullah. “Fungsi dan Nilai Mantra Upacara Wuat Wa’i pada Masyarakat Rempo Desa Pondo Kabupaten Manggarai Barat-NTT.” Jurnal Bahasa 12 (2023): 85–100.http://dx.doi.org/10.24114/kjb.v12i3.49005

Pals, Daniel L., ed. Eight Theories of Religion. New York: Oxford University Press, 2006.

Pandor, Pius. “Imanensi dan Transendensi Mori Kraeng Sebagai Wujud Tertinggi Orang Manggarai.” dalam Kearifan Lokal-Pancasila Butir-Butir Filsafat Keindonesiaan, diedit oleh Armada, R., Johanis, O., et al., 85. Yogyakarta: Kanisius, 2015.

Raru, Gregorius. “Metafora dalam Tuturan Ritual Wuat Wa’i Masyarakat Manggarai: Kajian Linguistik Kebudayaan.” Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Budaya 5 (2022): 1.

Seda, Fransiskus, dan Maria Dominika Niron. “Wuat Wa’i: Model Gotong Royong Masyarakat Manggarai dalam Pembiayaan Pendidikan di Perguruan Tinggi.” Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 7 (2022): 25–36.https://doi.org/10.24832/jpnk.v7i1.1864

Sriwahyuni, Sriwahyuni, Muh Reski Salemuddin, dan Visensia H. “Eksistensi Budaya Pesta Sekolah di Desa Golo Lebo Kecamatan Elar Kabupaten Manggarai Timur.” Equilibrium: Jurnal Pendidikan 9, no. 3 (2021): 327–334.https://doi.org/10.26618/equilibrium.v9i3.5955

Sudarlin, Filipus. “Torok, Doa Masyarakat Manggarai Tinjauan Teologis dan Problem Inkulturasinya dalam Perayaan Ekaristi.” Perspektif 9, no. 1 (2014): 53–74. https://adityawacana.id/ojs/index.php/jpf/article/view/51.

Tamur, Martin. “Upacara Wuat Wa’i di Manggarai, Flores, dalam Perspektif Evangelisasi.” Perspektif 9, no. 2 (2014): 171–185.https://doi.org/10.69621/jpf.v9i2.59

Wawancara dengan Bernandus Nadu melalui Whatsapp call, 25 Mei 2024.

Wawancara dengan Hermina Surya melalui Whatsapp call, 26 Mei 2024.

Wawancara dengan Stefanus Rengga melalui Whatsapp call, 01 Juni 2024.




DOI: https://doi.org/10.24071/snf.v3i2.10200

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

     

E-ISSN: (Validity Starting Volume 1 No. 2, September 2023) 3047-0714

P-ISSN: (Validity Starting Volume 1 No. 2, September 2023) 3047-1451

Kaliurang St No.KM, RW.7, Joho, Condongcatur, Depok, Sleman Regency, Special Region of Yogyakarta 55281, Indonesia

Flag Counter

Proceedings of The National Conference on Indonesian Philosophy and Theology is licensed under CC BY-SA 4.0