Teologi Kontekstual dalam Budaya Toraja: Yesus Kristus Lebih Agung dari Tomanurun
(1) STP-IPI Malang
(*) Corresponding Author
Abstract
Contextual theology is an attempt to contextualize Jesus Christ in different cultures. There have been various attempts to introduce Jesus into the culture. The problem is that caution needed in trying to introduce Jesus into culture. This study aims to explore the concept of Jesus Christ in Torajan culture. The research method used is a literature review. The result showed that Jesus Christ was greater than Tomanurun. Jesus Christ sacrified Himself to save all of the people. While Tomanurun who is believed in the creation story of the Torajan people only saved his people.
Abstrak
Teologi kontekstual merupakan upaya untuk mengkontekstualisasikan Yesus Kristus dalam berbagai budaya. Sudah ada berbagai usaha untuk memperkenalkan Yesus dalam budaya. Masalah yang muncul ialah diperlukan kehati-hatian dalam upaya untuk memperkenalkan Yesus dalam budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendalami konsep Yesus Kristus dalam budaya Toraja. Metode penelitian yang digunakan ialah kajian pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Yesus Kristus lebih agung dari Tomanurun. Yesus Kristus mengorbankan diri-Nya untuk menyelmatkan manusia. Sedangkan Tomanurun yang dipercaya dalam kisah penciptaan orang Toraja hanya menyelamatkan kaumnya.
Keywords
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Anggraeni, Anggun Sri, and Gusti Anindya Putri. “Makna Upacara Adat Pemakaman Rambu Solo’ di Tana Toraja.” Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya 3, no. 1 (2020): 72–81. https://doi.org/10.30998/vh.v3i1.920.
Antonius, Bele. Nurani Orang Buna’: Spiritual Capital dalam Pembangunan. Kupang: Gita Kasih, 2011.
Bevans, Stephen B. Model-Model Teologi Kontekstual. Maumere: Penerbit Ledalero, 2002.
Hardawiryana, R. Gaudium et Spes: Kegembiraan dan Harapan. Jakarta: Departemen Dokumentasi dan Penerangan Konferensi Waligereja Indonesia, 2021. https://doi.org/10.4324/9780203930847-17.
———, trans. Lumen Gentium (Terang Bangsa-Bangsa): Konstitusi Dogmatis tentang Gereja. Jakarta: Departemen Dokumentasi dan Penerangan Konferensi Waligereja Indonesia, 1990. http://www.dokpenkwi.org/wp-content/uploads/2020/11/Seri-Dokumen-Gerejawi-No-7-LUMEN-GENTIUM.pdf.
———, trans. Ad Gentes (Kepada Semua Bangsa): Dekrit tentang Kegiatan Misioner Gereja. Jakarta: Departemen Dokumentasi dan Penerangan Konferensi Waligereja Indonesia, 1991. http://www.dokpenkwi.org/wp-content/uploads/2020/02/Seri-Dokumen-Gerejawi-No-13-AD-GENTES.pdf.
Jacob, Fransisco De Ch. Anugerah. “Lunat: Tato Tradisional Masyarakat Dawan di Timor Barat.” Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology) 7, no. 1 (2021): 54. https://doi.org/10.24114/antro.v7i1.24530.
Kristiyanto, A. Eddy, and William Chang. Multikulturalisme: Kekayaan dan Tantangannya di Indonesia. Jakarta: Penerbit OBOR, 2014.
Magnis-Suseno, Franz. Katolik Itu Apa? Sosok–Ajaran–Kesaksiannya. Yogyakarta: Kanisius, 2017.
Mali, Alfrid. “Misi Gereja Katolik bagi Konsep Ketuhanan Suku Tetun Nai Maromak: Refleksi Analisis Misi bagi Fenomena Budaya.” Perspektif: Jurnal Agama dan Kebudayaan 17, no. 1 (2022): 17–34. https://adityawacana.id/ojs/index.php/jpf/article/view/148.
Martasudjita, Emanuel. Teologi Inkulturasi: Perayaan Injil Yesus Kristus di Bumi Indonesia. Yogyakarta: Kanisius, 2021. https://books.google.com/books?hl=en&lr=&id=oTpCEAAAQBAJ&oi=fnd&pg=PR6.
Michael, Anthon, Petrus Bine Saramae, and Stevani Angelica Pasiangan. “Upaya Inkulturasi Gereja Katolik di Toraja.” Jurnal Pendidikan Tambusai 5, no. 3 (2021): 114560–65.
Paganggi, Roswita Rini, Husain Hamka, and Asmirah. “Pergeseran Makna dalam Pelaksanaan Upacara Adat Rambu Solo’ pada Masyarakat Toraja (Studi Sosiologi Budaya di Lembang Langda Kecamatan Sopai Kabupaten Toraja Utara).” Jurnal Sosiologi Kontemporer 1, no. 1 (2021): 9–20.
Panda, Herman Punda. “Mengapa Orang Katolik Masih Menjalankan Ritual Marapu? Menguak Praktik Iman Ganda di Loura.” Jurnal Ledalero 13, no. 1 (2014): 109–31. https://doi.org/10.31385/jl.v13i1.69.109-132.
———. “Perjalanan Jiwa ke ‘Kampung Leluhur’: Konsep Kematian Menurut Kepercayaan Asli Masyarakat Sumba (Marapu) dan Perjumpaannya dengan Ajaran Katolik.” Lumen Veritatis: Jurnal Filsafat dan Teologi 10, no. 1 (2020): 197–220. https://doi.org/10.30822/lumenveritatis.v10i2.478.
R. Hardawiryana, SJ. “Sacrosanctum Concilium (Konsili Suci).” Dokumentasi dan Penerangan KWI (2009): 521–653. https://imavi.org/media/document/Seri-Dokumen-Gere.
Sudhiarsa, Raymundus I. M. Belajar Bijak dalam Perjumpaan Antarbudaya. Malang: Dioma, 2021.
Sunarko, Adrianus. Teologi Kontekstual. Jakarta: Penerbit OBOR, 2016.
———. Teologi Kontekstual Modern. Jakarta: Penerbit OBOR, 2022.
Tulak, Yohanes Maria Vianney Bandaso’. “‘Yesus Kristus Sang Eran Dilangi’ dan Tomanurun Sejati: Kristologi Kontekstual dalam Budaya Toraja.” Divinitas: Jurnal Filsafat dan Teologi Kontekstual 1, no. 1 (2023): 113–24. https://doi.org/10.24071/div.v1i1.6627.
Wiranto, Erham Budi. “Ragam Pencitraan Diri Yesus sebagai Upaya Kontekstualisasi dalam Kristen.” Religi 9, no. 2 (2013): 213–31.
DOI: https://doi.org/10.24071/jt.v14i02.8722
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
.jpg)
Indexed and abstracted in:
P-ISSN: 2302 - 5476 (Validity starting Volume 2012-10-05)
E-ISSN: 2579 - 3934 (Validity starting Volume 6, No. 1, Mei 2017)
Jurnal Teologi (Journal of Theology) by Faculty of Theology Sanata Dharma University

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License












