Sekolah di Tengah Ketegangan Negara, Agama, dan Pasar: Membaca Potensi Gerakan Sosial SMA Kolese de Britto 1960-2000

Yohanes Sanaha Purba(1*),

(1) Sanata Dharma University
(*) Corresponding Author

Abstract


Sekolah merupakan aktor yang berperan dalam perubahan budaya suatu masyarakat. Hal itu mengandaikan bahwa sekolah menjadi entitas aktif yang mampu menegosiasikan kepentingannya di hadapan kekuasaan negara, pasar, dan agama. Dengan mengambil konteks gerakan sosial sebagai salah satu bidang dalam kajian budaya, penelitian ini menempatkan SMA Kolese de Britto sebagai objek penelitian karena keunikannya dalam menjalankan prinsip kebebasan sebagai dasar pendidikannya sejak tahun 1963 hingga saat ini. Tulisan ini meletakkan perubahan sosial sebagai indikator yang digunakan dalam mengolah seberapa jauh Kolese de Britto menjalankan kekuasaannya (pelaku atau subjek penafsir) ketika berhadapan dengan kekuasaan lain (negara, agama, pasar) yang di sisi lain justru memengaruhi bahkan menentukan corak gerakannya. Untuk menjawab pertanyaan ini, penulis mengumpulkan rekaman-rekaman pengalaman historis 12 narasumber yang terdiri dari para guru, siswa, dan karyawan yang hidup di SMA Kolese de Britto pada rentang 1960-2000. Dalam kurun waktu tersebut, kekuasaan negara, agama, dan pasar mendominasi silih berganti dan menentukan tipologi pergulatan Kolese de Britto untuk menentukan identitasnya di tengah masyarakat.

Keywords


pendidikan bebas; gerakan sosial; sekolah Yesuit; sosiologi pendidikan; kajian budaya sekolah

References


Ahsin, I. (2007) Dunia Tanpa Sekolah, Bandung: Read! Publishing House.

Bourdieu, P. (1984) Distinction: A Social Critique of The Judgement of Taste, Massachusetts: Harvard University Press.

Djoen, J. 0 . T. (1976) "Pendidikan Bebas di SMA Kolese de Britto Sebagai Sikap Dasar," dalam Yayasan de Britto, Pendidikan Bebas Menuju Pribadi Mandiri, Yogyakarta: Penerbit Yayasan de Britto.

Drost, J. (1993) Menjadi Pribadi Dewasa dan Mandiri: Beberapa Pemikiran Penting Pembentukan Generasi Muda, Yogyakarta: Kanisius.

Drost, J. (1998) Sekolah: Mengajar atau Mendidik, Yogyakarta: Kanisius.

Giddens, A. (1986) The Constitution of Society: Outline of the Theory of Structuration, California: University of California Press.

Giroux, A. H. (1997) Pedagogy and the Politics of Hope: Theory, Culture, and Schooling, Boulder: Westview Press.

Hutagalung, D. (2008) "Hegemoni dan Demokrasi Radikal-Plural: Membaca Laclau dan Mouffe," dalam E. Laclau dan C. Mouffe, Hegemoni dan S trategi Sosialis: Pas Marxisme dan Gerakan Sosial Baru, Yogyakarta: Resist Book.

Koelman, G. (1978) "Kenangan De Britto 56-73," dalam G. Sukadi (ed.) Kenangan Reuni 30 Tahun SMA Kolese De Britto, Yogyakarta: Panitia Reuni 30 Tahun.

Laclau, E. (2005) On Populist Reason, London: Verso.

Laclau, E. dan C. Mouffe (2008) Hegemoni dan Strategi Sosialis: Post-Marxisme dan Gerakan Sosial Baru, Yogyakarta: Resist Book.

Mouffe, C. (2005) On The Political, London: Routledge.

Pora, Y. (2004) Selamat Tinggal Sekolah, Yogyakarta: Media Pressindo.

Prasetyo, E. (2004) Orang Miskin Dilarang Sekolah, Yogyakarta: Insist Press.

Serikat Yesus (1987) Ciri-Ciri Khas Pendidikan pada Lembaga Pendidikan Yesuit, Semarang: Serikat Yesus Provinsi Indonesia.

SMA Kolese de Britto (2009) Kadang Manuk yang Pergi dan Kembali, Yogyakarta: Panitia Lustrum XII dan Reuni Akbar ke-60 SMA Kolese de Britto.

Tilaar, H. A. R. (2005) Kekuasaan & Pendidikan, Magelan: Indonesia Tera. Topatimasang, R. (2007) Sekolah itu Candu, Yogyakarta: Insist Press.

Yayasan de Britto (1999) Pendidikan Bebas menuju Pribadi Mandiri, Yogyakarta: Penerbit Yayasan de Britto.

Yayasan de Britto (2008) Banyak Jalan menuju LA 161: Kisah-Kisah Kecil Menjadi Guru, Yogyakarta: Penerbit Yayasan de Britto.




DOI: https://doi.org/10.24071/ret.v3i2.14931

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2013 Yohanes Sanaha Purba

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Retorik: Jurnal Ilmu Humaniora is published by the Graduate Program in Cultural Studies at Sanata Dharma University, Yogyakarta, Indonesia.

Retorik is also available in print edition. Please click here for contact information.