Makna Teologis Misa Syukur Panen dalam Konteks Budaya Dayak Kalimantan Barat
(1) Sekolah Tinggi Pastoral Yayasan Institut Pastoral Indonesia Malang
(2) Sekolah Tinggi Pastoral Yayasan Institut Pastoral Indonesia Malang
(*) Corresponding Author
Abstract
This article is based on the harvest thanksgiving tradition in Dayak culture in West Kalimantan, which finds significant intersection with the celebration of the Harvest Thanksgiving Mass in the Catholic Church, presenting a phenomenon of profound faith inculturation. Aiming to explore the theological meaning of the Harvest Thanksgiving Mass, this study positions the celebration as a concrete form of encounter between Christian faith and local Dayak wisdom. Using a qualitative method with a theological and anthropological literature review approach, this study analyzes the relationship between traditional rites and the Church's liturgy. The results of this article show that the Harvest Thanksgiving Mass is not merely an expression of gratitude, but contains rich theological meaning, including the dimensions of universal gratitude, strengthening the fellowship of the people, and renewing reconciliation between humans, nature, and the Creator. Overall, the Harvest Thanksgiving Mass functions as a concrete manifestation of the Catholic Church's inculturative faith, which is dynamic and deeply rooted in the Dayak cultural context.
Abstrak
Artikel ini berlatar belakang dari tradisi syukur panen dalam kebudayaan Dayak di Kalimantan Barat yang menemukan titik temu signifikan dengan perayaan Misa Syukur Panen dalam Gereja Katolik, menyajikan sebuah fenomena inkulturasi iman yang mendalam. Bertujuan untuk menggali makna teologis Misa Syukur Panen, studi ini menempatkan perayaan tersebut sebagai bentuk konkret perjumpaan iman Kristiani dan kearifan lokal Dayak. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan tinjauan pustaka teologis dan antropologis, penelitian ini menganalisis relasi antara ritus adat dan liturgi Gereja. Hasil artikel ini menunjukkan bahwa Misa Syukur Panen tidak hanya sekadar ungkapan terima kasih, namun mengandung makna teologis yang kaya, meliputi dimensi syukur universal, penguatan persekutuan umat, serta pembaruan rekonsiliasi antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Secara keseluruhan, Misa Syukur Panen berfungsi sebagai wujud nyata iman inkulturatif Gereja Katolik yang secara dinamis dan hidup berakar kuat dalam konteks budaya Dayak.
Keywords
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Aria, Zakarias, Widyatama Putra, Adyatmaka Jati, and Yudhistira Oscar Olendo. “Tonika : Jurnal Penelitian Dan Pengkajian Seni Representasi Musik Liturgi Inkulturatif Dayak Kalimantan Barat Dalam Buku Madah Bakti” 6, no. 2 (n.d.): 71–86. https://doi.org/10.37368/tonika.v6i2.540.
Aripin, Martinus. “Nilai-Nilai Moderasi Beragama Dalam Tradisi Syukur Masyarakat Dayak Aoheng Di Provinsi Kalimantan Timur.” Gaudium Vestrum: Jurnal Kateketik Pastoral 6, no. 2 (2022): 90–99.
Chandra, Herwindo. “Tradisi Balala Dari Suku Dayak Banyadu.” Jurnal Filsafat Dan Teologi Katolik 3, no. 1 (2020): 58–70. https://www.misterpangalayo.com/2019/10/asal-usul-suku-dayak-banyadu-banyuke-di-kalimantan.
Derung, Teresia Noiman. “Tradisi Gawai Dayak Kaum Muda Di Paroki Santa Perawan Maria Diangkat Ke Surga Nanga Pinoh.” Jurnal Masalah Pastoral 9, no. 1 (2021): 75–88. https://doi.org/10.60011/jumpa.v9i1.124.
E.P.D. Martasudjita. Proses Inkulturasi. Studia Philosophica et Theologica. Vol. 10, 2010. https://repository.usd.ac.id/6461/1/Proses_Inkulturasi.pdf.
Efriani, Efriani, Donatianus BSE. Praptantya, and Jagad Aditya Dewantara. “Dange: Sinkronisasi Gereja Katolik Terhadap Budaya Dayak Kayan Mendalam.” Jurnal Masyarakat Dan Budaya 22, no. 2 (2020): 167–76. https://doi.org/10.14203/jmb.v22i2.1076.
Efriani, Efriani, Haunan Fachry Rohilie, Nahot Tua Parlindungan Sihaloho, and Dea Varanida. “Pamole’ Beo’: Pesta Syukur Padi Petani Ladang Dayak Tamambaloh Di Kalimantan Barat.” Satwika : Kajian Ilmu Budaya Dan Perubahan Sosial 5, no. 2 (2021): 229–40. https://doi.org/10.22219/satwika.v5i2.17938.
Emanuel Pranawa Dhatu Martasudjita. Makna Ekaristi. Edited by Victi. 5th ed. Yogyakarta: Kanisius, 2018.
Fransesco Agnes Ranubaya1, Gregorius Pasi2, Yohanes Endi. “Teologi Harapan Karl Rahnar Dalam Tradisi Naik Dango Dayak Kanayatn.” Jurnal Filsafat Teologi Kontekstual 4 (2024): 7.
Gita Safitri, Romanus Romas, Silvester Adinuhgra, and Fransiskus Janu Hamu. “Musik Liturgi Inkulturasi Dayak Sebagai Pendekatan Pastoral Dalam Meningkatkan Partisipasi Umat Paroki Katedral Santa Maria Palangka Raya.” Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik 8, no. 2 (2022): 58–73. https://doi.org/10.58374/sepakat.v8i2.100.
Gobang, Paulus Wilfridus. “Makna Simbolis Dan Fungsi Tari Hudog Suku Dayak Wehea Di PPedalaman Kalimantan Timur.” Jurnal Komunikasi Dan Budaya 3, no. 2 (February 9, 2023): 143–50. https://doi.org/10.54895/jkb.v3i2.1758.
Halawa, Arius Arifman, Lukas Ahen, and Cenderato. “Penggunaan Simbol Keagamaan Katolik Dalam Ritual Ilmu Kebal: PraKtik Sinkritisme.” Seminar Nasional Moderasi Beragama, 2023, 226–40.
Irenius Selsus Rengat, Paskalis Roaldo, Sirilis Annatha Deva Hexano. “Upacara Adat Gawai Suku Dayak Kalbar Seabgai Kearifan Lokal Dan Pembentukan Nilai Solidaritas.” Jurnal Ilmu Humaniora 09, no. 01 (2025): 77–102. https://online-journal.unja.ac.id/index.php/titian.
Karunia, Adelia, Delsa Natalia, and Dhea Ananta. “Teologi Kontekstual Model Terjemahan Dalam Pernikahan Adat Dayak Ngaju” 9, no. 10 (2025): 1–7.
KWI, Dokpen. “Sacrosanctum Concilium (Konsili Suci).” In Dokumentasi Dan Penerangan KWI, 521–653, 2009. https://imavi.org/media/document/Seri-Dokumen-Gere.
Loudry Malau, Chrystian, Tarigas Balo Raya, and Yohanes Endi. “Inkulturasi Gereja Asia: Suatu Tinjauan Inkulturasi Dalam Terang Dokumen Fabc.” Jurnal Pelayan Pastoral 5, no. 1 (2024): 56–66.
Martasudjita, Emannuel. Teologi Inkulturasi. Yogyakarta: Kanisius, 2021.
Mathias Jebaru Adon, FX Armada Riyanti, Pius Pandor. “Sumbangan Teologi Penciptaan Krisiani Dalam Ensiklik Laudato-Si Artikel 62-75 Bagi Persoalan Ekologi.” New Phytologist 51, no. 1 (2022): 2022. https://doi.org/10.20935/AL189%0Ahttps://www.researchgate.net/publication/269107473_What_is_governance/link/548173090cf22525dcb61443/download%0Ahttp://www.econ.upf.edu/~reynal/Civil wars_12December2010.pdf%0Ahttps://think-asia.org/handle/11540/8282%0Ahttps:
Muarifillah, Ach. Syamsul, Yulia Qur’aini, and Fitri Saswani. “Penguatan Literasi Informasi; Bentuk Pencegahan Berita Hoax Dalam Penggunaan Teknologi Informasi Dan Komunikasi.” Jurnal Multidisiplin Ilmu Akademik 1, no. 4 (2024): 61–71. https://doi.org/10.61722/jmia.v1i4.1874.
Nabu, Hendrikus, Theodorus Silab, and Siprianus Senda. “Musik Inkulturasi Dalam Perayaan Ekaristi Dan Relevansinya Bagi Liturgi Gereja Katolik.” Jurnal Studi Multidisipliner 8, no. 6 (2024): 136–47.
Nogu, Gaudensia Yani, Tuty Maryati, and I Wayan Putra Yasa. “Akulturasi Budaya Lokal Dan Budaya Eropa Pada Bangunan Gereja Kristus Raja Pagal, Kelurahan Pagal, Manggarai, NTT Dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah Di SMA.” Widya Winayata : Jurnal Pendidikan Sejarah 13, no. 1 (April 30, 2025): 1–10. https://doi.org/10.23887/jjps.v13i1.74588.
November, No, Membangun Iman, Kalangan Suku, and Dayak Kanayatn. “Membangun Iman Kristen Di Kalangan Suku Dayak Kanayatn Melalui Pendeketan Kontekstual Upacara Adat Kamang Tariu” 1, no. 2 (2023): 141–51.
Paus Fransiskus. Seri-Dokumen-Gerejawi-No-98-LAUDATO-SI-1. Ensiklik Paus Fransiskus, 2015.
Rahmadani, Noor, and Karunia Soliha Septiani. “Padi, Tumbuhan Sakral Orang Meratus.” Tentang Etnobiologi Di Kalimantan Selatan, no. March (2022): 1–22.
Ranubaya, Fransesco Agnes, and Yohanes Endi. “Inkulturasi Dan Pemaknaan Misa Imlek Dalam Gereja Katolik ( Tinjauan Fenomenologi Armada Riyanto )” 6 (2023): 27–40.
Robi, Dominikus. “Perjumpaan Konsep Tuhan: Dayak Dan Katolik.” Porta Fidei 2, no. 2 (2025): 59–73.
Sutami, Antoni Riyanto Wahyudi & Florensius. “Teologi Pembangunan Kepribadian Dalam Kebudayaan Suku Dayak Ketungau Tesaek” 1, no. 2 (2024).
Tamelab, Petrus, and Matilde Wogo. “Mengkaji Pemahaman Umat Tentang Upacara Reba Sebagai Perayaan Syukur Panen Dan Implikasinya Bagi Iman Umat Di Paroki St. Yoseph Laja.” Pastoralia 3, no. 1 (2022): 1–11. https://doi.org/10.70449/pastoral.v3i1.45.
Tigaang, Sandi Lino S., Amrazi Zakso, and Edwin Mirzachaerulsyah. “Perkembangan Tradisi Dange Pada Suku Dayak Kayaan Mendalam Desa Datah Diaan Kecamatan Putussibau Utara Tahun 1980-2022.” Balale’ : Jurnal Antropologi 6, no. 1 (2025): 60–72. https://doi.org/10.26418/balale.v6i1.92443.
Tinggi, Sekolah, and Teologi Khatulistiwa. “Tradisi Beuma Suku Dayak Kebahan Di Desa Topan.” KHATULISTIWA : Jurnal Pendidikan Teologi, no. June 2023 (2025).
Tobing, Ona, Paulinus Tibo, and Herkulianus Muri. “Inkuluturasi Liturgi Katolik Dalam Pembentukan Identitas Budaya Dan Religius Mahasiswa Calon Ketekis Suku Batak.” Selidik (Jurnal Seputar Penelitian Pendidikan Keagamaan) 6, no. 2 (December 25, 2024): 63–77. https://doi.org/10.61717/sl.v6i2.100.
Tukan, Maria Klara Amarilis Citra Sinta Dewi. “Inkulturasi Dolo-Dolo Sebagai Kesenian Sekuler Ke Dalam Liturgi Gereja Katolik.” Jurnal Budaya Nusantara 5, no. 1 (September 28, 2021): 16–24. https://doi.org/10.36456/JBN.vol5.no1.4310.
Ujan, Bernardus Boli. “Inkulturasi Liturgi.” Liturgi Sumber Dan Puncak Kehidupan. Sekolah Tinggi Teologi Bethel Indonesia, 2020.
Wati, Dewi Fatma, and Vania Ardelia. “” Gawai Dayak ”: Tradisi Setelah Masa Panen Sebagai Wujud Pluralisme Dalam Masyarakat Di Bumi Sebaloh” 3 (2023): 3141–54.
Yohanes Paulus II. Gereja Di Asia (Church In Asia) Anjuran Apostolik. Departemen Dokumentasi Dan Penerangan KWI, 2010.
DOI: https://doi.org/10.24071/div.v4i1.13896
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
E-ISSN: (Validity Starting Volume 1 No. 2, Juli 2023) 2988-2311
P-ISSN: (Validity Starting Volume 1 No. 2, Juli 2023) 2988-5434
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

.png)
.png)
.png)
2.png)

.png)

2.jpg)