Feminisme R. A. Kartini dan Relevansinya Bagi Gereja Di Indonesia

Samuel Pella(1), Hendrikus Ance(2*),

(1) Universitas Sanata Dharma
(2) Fakultas Teologi Wedabhakti, Universitas Sanata Dharma
(*) Corresponding Author

Abstract


 

Feminism has become an engaging and relevant topic in today’s era. The position and role of women in society are reasons why feminism continues to be advocated. This study discusses one of the feminist figures in Indonesia who fought in her way in her time.  R.A. Kartini certainly had her uniqueness in advocating for women's rights, especially in obtaining education. The experiences and observations of social practices she encountered, both in Javanese culture and how the colonialists treated natives, were expressed in the form of writings (correspondence) with some of her friends in the Netherlands. Eleven years after her death, this collection of letters was published into a book titled “Habis Gelap Terbitlah Terang” (“Out of Dark Comes Light”). This book inspired many people, especially in Indonesian society, to believe that women also have an essential role in communal life. Kartini’s struggle for women’s equality opened people’s eyes to take action in addressing the social inequalities present in society. Previous studies have largely examined Kartini from the perspectives of educational and national emancipation, but few have explored her relevance to church life, particularly regarding the role of Catholic women. This study aims to examine Kartini’s feminist ideas and discover their relevance to the Indonesian Church through the work of the Indonesian Catholic Women's Association (WKRI). This study uses a qualitative method with a historical-theological approach, including a literature review of Kartin’s letters, Church documents, and a case study of the role of WKRI. The results of the study indicate that Kartini’s feminist ideas have inspired the empowerment of Catholic women and encouraged WKRI to become a vehicle for women's active participation in Church and community life. This study confirms that Kartini’s ideas remain relevant as a basis for theological reflection and praxis in the struggle for gender equality and social justice in the Indonesian Church.

Abstrak

Feminisme telah menjadi topik yang menarik dan relevan di era saat ini. Posisi dan peran perempuan dalam masyarakat menjadi alasan mengapa feminisme terus diperjuangkan. Kajian ini membahas salah satu tokoh feminis di Indonesia yang berjuang dengan caranya sendiri pada masanya. RA Kartini tentu memiliki keunikan dalam memperjuangkan hak-hak perempuan, khususnya dalam memperoleh pendidikan. Pengalaman dan pengamatan terhadap praktik-praktik sosial yang ditemuinya, baik dalam budaya Jawa maupun bagaimana penjajah memperlakukan penduduk asli, dituangkan dalam bentuk tulisan (surat-menyurat) dengan beberapa sahabatnya di Belanda. Sebelas tahun setelah kematiannya, kumpulan surat-surat ini diterbitkan menjadi sebuah buku berjudul “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Buku ini menginspirasi banyak orang, khususnya di masyarakat Indonesia, untuk percaya bahwa perempuan juga memiliki peran penting dalam kehidupan bermasyarakat. Perjuangan Kartini untuk mengangkat harkat dan martabat perempuan membuka mata masyarakat untuk melakukan sesuatu terhadap ketimpangan sosial yang terjadi di masyarakat. Kondisi sosial tersebut mendorong Kartini untuk tidak berpaling dan membebaskan perempuan dari penindasan dan keterbelakangan sosial. Relevansi pemikiran Kartini dapat ditemukan dalam Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) yang masih eksis hingga saat ini. Organisasi ini menjadi wadah bagi wanita Katolik untuk berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat. Organisasi ini muncul dari keprihatinan sosial, khususnya isu upah rendah bagi perempuan dan keterbelakangan perempuan di berbagai bidang. Kartini meninggalkan pelajaran berharga bahwa ketidakadilan sosial menantang individu untuk tidak berdiam diri demi kebaikan bersama (bonum commune).


Keywords


Feminisme; R.A. Kartini; Perempuan; WKRI

References


Arbaningsih, Dri. Kartini Dari Sisi Lain : Melacak Pemikiran Kartini Tentang Emansipasi Bangsa. Jakarta: Clarendon Press, 2005.

Blackburn, Susan. Women and the State in Modern Indonesia . New York: Cambridge University Press, 2004.

Clifford, Anne M. Memperkenalkan Teologi Feminis. Maumere: Ledalero, 2002.

Coté, Joost. Realizing the Dream of R.A. Kartini: Her Sisters’ Letters from Colonial Java . USA: Ohio University Press, 2008.

Creswell, John W., and J. David Creswell. Research Design : Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Fifth. London: SAGE Publications, 2018.

Dewan Pengurus Pusat Wanita Katolik Republik Indonesia. Perempuan-Perempuan Pejuang Kemanusiaan . Yogyakarta: Kanisius, 2008.

Dewan Pimpinan Pusat Wanita Katolik republik Indonesia. Dinamika Sejarah Wanita Katolik Republik Indonesia, Berjalan Di Atas Balok Titian. Balok Titian, 1995.

Hidayati, Nuril. “Teori Feminisme: Sejarah, Perkembangan, Dan Relevansinya Dengan Kajian Keislaman Kontemporer.” Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender 14, no. 1 (2018): 21–29.

Iswanti. Kodrat Yang Bergerak : Gambar, Peran, Dan Kedudukan Perempuan Dalam Gereja Katolik . Yogyakarta: Kanisius, 2003.

Jehamun, Philip. “Perempuan Katolik Ditantang Untuk Menulis Tentang Kiprah Pendiri WKRI RA Maria Soelastri.” beritabernas.com, January 2024. https://beritabernas.com/perempuan-katolik-ditantang-untuk-menulis-tentang-kiprah-pendiri-wkri-ra-maria-soelastri/.

Kartini, R. A. Habis Gelap Terbitlah Terang : Door Duisternis Tot Licht. Yogyakarta: Narasi, 2018.

Khamdiyah, Heny. “Pemikiran Emansipasi Wanita Dan Pendidikan R.A. Kartini Dalam Buku Habis Gelap Terbitlah Terang Karya Armijn Pane Dan Relevansinya Dengan Tujuan Pendidikan Islam.” Skripsi, STAIN, 2016.

Kuncahyono, Trias, and Paulus Sulasdi. WKRI Sekali Layar Terkembang, Pantang Surut Ke Belakang. Jakarta: Kompas Media Nusantara, 2020.

Meer, Arnout van der. “Setting the Stage : Javanization of Colonial Authority in the Nineteenth Century.” In Cultural Hegemony, Identity, and Resistance in Colonial Indonesia , 19–47. Cornell University Press, 2020.

Rosyadi, Imron. R. A. Kartini: Biografi Singkat 1879-1904. Yogyakarta: Garasi, 2020.

Said, Nur. “Politik Etis Kepahlawanan RA Kartini: Menguak Spiritualisme Kartini Yang Digelapkan.” Studi Gender Institut Agama Islam Negeri Kudus 7, no. 2 (December 2014): 345–68.

Schneiders, Sandra M. With Oil in Their Lamps: Faith, Feminism, and the Future . New York: Paulist Press, 2000.

Smith, Bonnie G., and Nova Robinson. The Routledge Global History of Feminism. London: Routledge, 2022.

Soebadio, Haryati, and Saparinah Sadli. Kartini Pribadi Mandiri . Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1990.

Soeroto, Sitisoemandari. Kartini Sebuah Biografi . Jakarta: PT. Gunung Agung, 1977.

Suhada, Djilzaran Nurul. “Feminisme Dalam Dinamika Perjuangan Kesetaraan Gender Di Indonesia.” Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development 3, no. 1 (2021): 15–27.

Sukanti Suryochondro. Potret Pergerakan Wanita Di Indonesia . Jakarta: CV. Rajawali, 1984.

Taylor, Jean Stewart. “Raden Ajeng Kartini.” Signs: Journal of Women in Culture and Society 1, no. 3 (1976): 639–61.

Toer, Ananta. Panggil Aku Kartini Saja. Jakarta Timur: Lentera Dipantara, 2003.




DOI: https://doi.org/10.24071/div.v3i2.12329

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

Flag Counter

E-ISSN: (Validity Starting Volume 1 No. 2, Juli 2023) 2988-2311

P-ISSN: (Validity Starting Volume 1 No. 2, Juli 2023) 2988-5434

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.