Perjumpaan Ekumenis dalam Komunitas Doa dengan Nyanyian Taizé (DNTZ) UKDW

Andreas Agung Yubile(1), Ferdy Rudy Bahari Nadeak(2), Krisnandi Candra Wijaya(3*),

(1) Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma
(2) Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma
(3) Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma
(*) Corresponding Author

Abstract


Nowadays, the awareness and call to build unity, especially within the Church, is becoming increasingly stronger. The efforts to realize this unity are not only present among theologians or Church leaders but are also lived out by the congregation in even the simplest forms. This article discusses the importance of Christian unity in the ecumenical movement through the Taizé Prayer and Song Community (DNTZ) at Duta Wacana Christian University (UKDW). Based on Jesus’ prayer in John 17:21, this ecumenical movement aims to restore the unity of divided churches through prayer and cross-denominational collaboration. The research method used is descriptive qualitative, employing a literature study approach and complemented by interviews with DNTZ UKDW community activists. The article is enriched with analyses based on Yves Congar’s thoughts on ecumenism and Habermas’ thoughts on the public sphere. This article delves deeper into the ecumenical practices embodied in the DNTZ UKDW community, which serves as a new public space where people from various denominations can pray together and encounter one another. The research findings show that through Taizé songs, this community has successfully created an inclusive, meditative, and spiritual encounter space that transcends denominational and theological boundaries. This unity in prayer demonstrates significant potential in fostering cross-church dialogue and cooperation including social movements, making DNTZ a living and real ecumenical model.

Abstrak

Dewasa ini, kesadaran dan panggilan untuk membangun kesatuan terutama dalam lingkup Gereja semakin kuat. Usaha perwujudan tersebut tidak hanya ada dalam kalangan para teolog atau petinggi Gereja tetapi juga dihidupi oleh umat dalam bentuk sederhana sekalipun. Artikel ini membahas pentingnya kesatuan umat Kristen dalam gerakan ekumenis melalui komunitas Doa dengan Nyanyian Taizé (DNTZ) di Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW). Berlandaskan pada doa Yesus dalam Yohanes 17:21, gerakan ekumenis ini bertujuan memulihkan kesatuan gereja-gereja yang terpecah melalui doa dan kolaborasi lintas denominasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan serta dilengkapi dengan wawancara dari pegiat komunitas DNTZ UKDW. Artikel ini turut diperkaya dengan analisis berdasarkan pemikiran Yves Congar mengenai ekumenisme dan Habermas mengenai ruang publik. Kajian ini hendak menggali lebih dalam tentang praktik ekumenis yang diwujudkan dalam komunitas DNTZ UKDW, yang berfungsi sebagai ruang publik baru di mana umat dari berbagai denominasi dapat berdoa bersama dan saling berjumpa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui nyanyian Taizé, komunitas ini berhasil menciptakan ruang perjumpaan yang inklusif, meditatif, dan spiritual, yang melampaui batasan denominasi dan teologi. Kesatuan dalam doa ini menunjukkan potensi besar dalam membangun dialog dan kerja sama lintas-gereja termasuk gerakan sosial, menjadikan DNTZ sebagai model ekumenis yang hidup dan nyata.


Keywords


Ekumenisme, Doa Taizé, Kesatuan Kristen, Komunitas DNTZ, Perjumpaan

References


“What is ‘Together’?,” Taize 2023, diakses 23 September 2024, https://together2023.net/info-page/what-is-together/.

Bernard Leeming, SJ, The Vatican Council and Christian Unity, The Vatican Council and Christian Unity (London: Daryon, Longman and Todd), 137-138.

Berry, J. A. “Ecumenical formation: Yves Congar's personal testimony.” Melita Theologica 59, no.1 (2008): 3-19.

Cassidy, Edward Idris Kardinal. “Unitatis Redintegratio Forty Years after the Council.” Gregorian 88 (2007): 312-328.

Clark, Victoria. “Heart song in Taizé.” The Tablet no.8346 (2000).

Clement, Olivier. Taizé Mencari Makna Hidup. diterjemahkan oleh A. Widyamartaya. Yogyakarta: Kanisius, 2003.

Daniel, Yudo Aster. “MENGENAL PEMIKIRAN YVES CONGAR: Sebuah Refleksi Ekumenis dalam Konteks Gereja Kristen Jawa.” Jurnal Pendidikan Kristen dan Ilmu Teologi Marturia 3, no.2 (2021): 141-160.

Firmanto, Antonius Denny. “Signifikansi Ekumenisme Dalam Perspektif Teologis Katolik.” Prosiding Seri Filsafat Teologi 33, No. 32, (2023): 122-143.

Gunawan, Leo Agung Srie & Nathanis Chris Maranatha Bangun. “Diskursus Agama dalam Ruang Publik Menurut Jurgen Habermas.” Logos 16, No. 2 (2019): 1-25.

Habermas, Jürgen. Between Facts and Norms. Cambridge: MIT Press, 1996.

Hehanussa, Jozef. “KONSILI VATIKAN II DAN SPIRIT EKUMENISME.” dalam Sinodalitas Gereja: Tinjauan dari Berbagai Aspek Filosofis dan Teologis. ed. Emanuel P. D. Martasudjita, Pr., dkk. Yogyakarta: Kanisius, 2023.

Ludji, Castio Richardo. Pesan Instagram kepada penulis, 21 September 2024.

Luwis, Render. “Keteladanan Kepemimpinan Rasul Paulus Sebagai Role Model Dalam Pengembangan Sumber Daya Manusia Berdasarkan Efesus 4:1-16 Di Gereja Bahagian Bahasa Melayu Di Negara Brunei Darussalam,” Jurnal Teologi Berita Hidup 2, no. 2 (2020): 151.

Martopo, Hari. “Role of Taizé Music in Catholic Adoration and Protestant Ecumenical Community in Yogyakarta.” Journal of Urban Society’s Arts 8, No.1 (2021): 28-35.

Rita. Pesan WhatsApp kepada penulis, 23 September 2024.

Satria, Adham Khrisna. Pesan WhatsApp kepada penulis, 7 Oktober 2024.

Siahaan, Harls Evan R., Vera Herawati Siahaan, dan Vitaurus Hendra. “Kesatuan Perikoretik Pada Frasa Ut Omnes Unum Sint.” Vox Dei: Jurnal Teologi dan Pastoral 3, no. 1 (2022): 118-126.

Sidabutar, Hamonangan. “Ekumenisme dan Praksis Gereja Lokal: Memperkuat Kesatuan dan Keragaman dalam Bingkai Teologi Kristen.” Jurnal Teruna Bhakti 6, No. 2 (2024): 189-197.

Siregar, Gerald Moratua. “Meretas Pemikiran Ekumenisme Eka Darmaputera: Sentilan dan Persuasi bagi Gereja-gereja di Indonesia.” Matheteuo 2, No.1 (2022): 33-44.

Suprobo, Nicolaus Agung. “Model-model Partisipasi Kaum Awam Katolik dalam Ekumenisme Berdasarkan Imaji-imaji biblis dan Inspirasi Teologis.” Jurnal Melintas 36, No. 3 (2020): 329-359.

Susanto, Evi. “Doa Taizé yang Mempersatukan.” HIDUP 15 Oktober 2023.

Tomana, Misterlian. “Gereja Yang Esa: Suatu Studi Theologis-Eklesiologi Terhadap Gerakan Ekumene.” Jurnal Teologi Biblika 9, No.1 (2024): 34-50.

Unitatis Redintegratio (21 November 2964), 6.

Wood, Susan K. The Cambridge Companion to Vatican II. Cambridge: Cambridge University Press, 2020.

Yohanes Paulus II, UT UNUM SINT (Semoga Mereka Bersatu) (25 Mei 1995), 12-15 terj. R. Hardawiryana, Jakarta: Dokpen KWI, 1996.




DOI: https://doi.org/10.24071/snf.v3i2.10157

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

     

E-ISSN: (Validity Starting Volume 1 No. 2, September 2023) 3047-0714

P-ISSN: (Validity Starting Volume 1 No. 2, September 2023) 3047-1451

Kaliurang St No.KM, RW.7, Joho, Condongcatur, Depok, Sleman Regency, Special Region of Yogyakarta 55281, Indonesia

Flag Counter

Proceedings of The National Conference on Indonesian Philosophy and Theology is licensed under CC BY-SA 4.0