Hermenetuika Lintas Textual: Perbandingan Tradisi Perkabungan Yahudi dan Tongkon di Toraja dalam Terang Pengkotbah 7:2

Cornelius Satrio Tonapa(1*),

(1) Universitas Sanata Dharma
(*) Corresponding Author

Abstract


The Jewish community greatly respects death, as indicated by the words of Ecclesiastes in chapter 7:2: “It is better to go to a house of mourning than to go to a house of feasting, for death is the destiny of everyone; the living should take this to heart”. In practice, the Jewish tradition of mourning or avelut (אֲבֵלוּת) lasts for a long period of time and involves various stages of mourning. The Torajans do the same thing through the tongkon tradition in the Rambu Solo' ceremony. Because they so respect the death of family members, the Toraja people carry out tongkon in the form of Rambu Solo' for a long period of time. The qualitative method with a Cross-Textual Hermeneutics and comparative approach used in this study attempts to find a theological bridge that can bring these two mourning traditions into dialogue. The results of the study show that, in addition to differences, there are similarities in Jewish mourning and tongkon, which transform and enrich both traditions. Both traditions are forms of social support for bereaved families. Theologically, both are forms of respect for the Creator as the holder of human life.

Abstrak

Masyarakat Yahudi sangat menghormati kematian seseorang yang ditunjukkan kata-kata Pengkotabah dalam pasal 7:2:  Pergi ke rumah duka lebih baik dari pada pergi ke rumah pesta, karena di rumah dukalah kesudahan setiap manusia; hendaknya orang yang hidup memperhatikannya”. Dalam praktiknya, tradisi perkabungan Yahudi atau avelut (אֲבֵלוּת) berlangsung dalam kurun waktu yang lama dan berbagai tahapan perkabungan. Hal yang sama dilakukan oleh masyarakat Toraja lewat tradisi tongkon dalam upacara Rambu Solo’. Karena begitu menghoramati kematian keluarga, orang Toraja melangsungkan tongkon dalam bentuk Rambu Solo’ dalam kurun waktu yang lama. Metode kualitatif dengan pendekatan Hermenutika Lintas Tekstual dan komparasi yang digunakan dalam penelitian ini mencoba menemukan jembatan teologis yang bisa mendialogkan kedua tradisi perkabungan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selain perbedaan terdapat persamaan dalam perkabungan Yahudi dan tongkon sehingga kedua ini tersebut yang memberikan transformasi dan memperkaya kedua tradisi ini. Kedua tradisi sama-sama merupakan bentuk dukungan sosial kepada keluarga yang berduka. Secara teologis, keduanya merupakan bentuk penghormatan kepada Sang Pencipta sebagai pemegang kehidupan manusia. 


Keywords


hermeneutika, pengkhotbah, perkabungan, Rambu Solo’, tongkon, Yahudi

References


Alfariz, Fitri, and Rr. Yudiswara Ayu Permatasari. "Eksplorasi Pemikiran M. Nasroen, Soenoto, dan R. Parmono dalam Perkembangan Filsafat Nusantara." Jurnal Filsafat Indonesia 5, no. 2 (2022): 103–11. https://doi.org/10.23887/jfi.v5i2.40458.

Bahrum, Shaifuddin, and Joni S. Lisungan. Bangunan Sosial Tongkonan (Sebuah Kajian terhadap Organisasi Sosial Tradisional di Tana Toraja). Jakarta: Direktorat Jenderal Nilai Budaya, Seni, dan Film, 2009.

Bar-Levav, Avriel. "Jewish Attitudes towards Death: A Society between Time, Space and Texts." In Death in Jewish Life: Burial and Mourning Customs Among Jews of Europe and Nearby Communities. Berlin: The Deutsche Nationalbibliothek, 2014.

Debyani, Embon. "Sistem Simbol dalam Upacara Adat Toraja Rambu Solo': Kajian Semiotik." Jurnal Bahasa dan Sastra 4, no. 2 (2019).

Gui, Siwen. "The Reflection of Eastern Philosophy in I. Turgenev's Novel On the Eve." Advances in Social Science, Education and Humanities Research 345 (2019): 453–56.

Hillard, Julia. "Jewish Mourning Rituals: Understanding in Treatment." HSOA Journal of Hospice & Palliative Medical Care 3, no. 10 (2020): 1–4.

Iwanowska, Jolanta, and Monika Rucińska. "Death, Burial, and Mourning in Judaism." Palliative Medicine in Practice 18, no. 2 (2024): 75–81. https://doi.org/10.5603/pmp.97974.

Kover, Gabor. Jesus in Sheol: What Happened Between the Crucifixion of Jesus and His Ascension to Heaven? Berlin: International Bible Society, 2013.

Krishef, David J. B. Death and Mourning in the Jewish Tradition: A Guide for Mourners. Congregation Ahavas Israel, 2015.

Lee, Archie C. C. "Biblical Interpretation in Asian Perspective." The Asian Journal of Theology 7, no. 1 (1993): 35–39.

———. "Cross-Textual Interpretation and Its Implication for Biblical Studies." In Teologi Operatif: Berteologi dalam Konteks Kehidupan yang Pluralistik di Indonesia. Jakarta: BPK Gunung Mulia and PTCA, 2003.

———. "Cross-Textual Interpretation and Its Implications for Biblical Studies." In Teaching the Bible: The Discourses and Politics of Biblical Pedagogy. Maryknoll, NY: Orbis Books, 1998.

Listijabudi, Daniel K. "Pembacaan Lintas Tekstual: Tantangan Ber-Hermenutik Alkitab Asia." Gema Teologika 4, no. 1 (2019): 73–101.

Nachman of Bratslav. Likutei Moharan. Bratslav: Sefaria, 1821. https://www.sefaria.org/Likutei_Moharan?tab=contents.

Pranoto, David Susilo. "Tinjauan Teologis Konsep Bangsa Israel tentang Kematian." Manna Rafflesia 4, no. 1 (2017): 1–15.

Rio, Azzhary Muh., Alifia Syaidina R., Mudzaffar Qatas Asdar, Nurfatimah, Yerestina Rembong Mangalla, Elfira Pratiwi, Irdahardini, et al. "Menggali Sejarah dan Makna Filosofis Rumah Adat Tongkonan Ke'te Kesu di Toraja Utara." DISCOURSE: Indonesian Journal of Social Studies and Education 2, no. 2 (2025): 118–32. https://doi.org/10.69875/djosse.v2i2.189.

Rubin, Simon Shimshon. "Loss and Mourning in the Jewish Tradition." OMEGA—Journal of Death and Dying 70, no. 1 (2015): 79–98.

Sandarupa, Stanislaus. Life and Death of the Toraja People: An Introduction to Toraja Culture and a Guide to Places of Interest. Ujung Pandang: CV Tiga Taurus, 1984.

Shalom, Jemima, and Netti Rismawati. "Menakar Hermeneutika Alkitab dalam Analisis Sastra." Jurnal Pengabdian Masyarakat 1, no. 2 (2021): 33–43.

Simega, Berthin, and Benyamin Bongga Matalangi'. "Makna Simbolik Kadong Badong pada Upacara Adat Rambu Solo' (Tinjauan Semiotik)." DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra 1, no. 2 (2021): 260–65. https://doi.org/10.53769/deiktis.v1i2.490.

Surbakti, Pelita Hati, and Noel GBP Surbakti. "Hermeneutika Lintas Tekstual: Alternatif Pembacaan Alkitab dalam Merekonstruksi Misiologi Gereja Suku di Indonesia." Societas Dei: Jurnal Agama dan Masyarakat 6, no. 2 (2019): 209–27. https://doi.org/10.33550/sd.v6i2.116.

Tangdialla, Helmyani A. Sulu, Ferdinand Kerebungu, Sangputri Sidik, and Siti Fathimah. "Fungsi Sosial Tongkonan bagi Masyarakat Toraja di Desa Lembang Buntu La'bo', Kecamatan Sanggalangi, Kabupaten Toraja Utara." [Nama Jurnal] 5, no. 2 (2023): 106–17.

Tangdilintin, L. T. Toraja dan Kebudayaannya. Tana Toraja: Yayasan Lepongan Bulan, 1981.

Tangkeliku, Augustine Sem Porak, and Sulistyowati Irianto. "Pengurbanan Kerbau pada Upacara Rambu Solo Masyarakat Toraja: Identifikasi Karakteristik untuk Mendukung Pelestarian Budaya." Jurnal Ilmiah Pangabdhi 9, no. 2 (2023): 166–74. https://doi.org/10.21107/pangabdhi.v9i2.22835.

Wahyunis. "Ritual Rambu Solo' Etnik Toraja Perspektif Antropologi Ekonomi." Maqrizi: Journal of Economics and Islamic Economics 2, no. 2 (2022): 132–39.




DOI: https://doi.org/10.24071/div.v4i2.14762

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

Flag Counter

E-ISSN: (Validity Starting Volume 1 No. 2, Juli 2023) 2988-2311

P-ISSN: (Validity Starting Volume 1 No. 2, Juli 2023) 2988-5434

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.