Sai Bumi Nengah Nyappur Filsafat Praktis Persatuan Dalam Masyarakat Adat Di Tulang Bawang Lampung dalam Perspektif Yin dan Yang

Gregorius Sigit Triwayudi(1*),

(1) Faculty of Theology, Universitas Sanata Dharma
(*) Corresponding Author

Abstract


Sai Bumi Nengah Nyappur is a local Lampung philosophy adopted as the regional motto of Tulang Bawang Regency. Literally meaning "One Earth Becomes Mixed", its purpose is to encourage the community to live blended and united despite ethnic differences, due to frequent inter-ethnic conflicts in the area. Strong primordialism poses a significant challenge to its implementation. Unity is achieved through consensus deliberation and mutual cooperation. To understand unity amidst differences, this philosophy can be linked to the harmonization teachings of Confucianism and the 'Yin and Yang' principle. The Yin and Yang principle illustrates how two different or opposing elements interact to form harmony or unity. The diverse ethnic groups in Tulang Bawang must achieve this harmony and recognize their interdependence. This philosophy remains relevant as a guide for anticipating and overcoming conflicts and fostering openness.

Abstrak

Sai Bumi Nengah Nyappur adalah falsafah asli Lampung yang diadopsi sebagai semboyan daerah di Kabupaten Tulang Bawang. Secara literer, falsafah ini berarti Satu Bumi Menjadi Bercampur. Tujuannya adalah mendorong masyarakat untuk hidup membaur dan bersatu meskipun terdapat beragam perbedaan, terutama suku. Falsafah ini muncul karena adanya kesadaran akan potensi selisih paham dan konflik antar suku yang kerap terjadi di daerah tersebut. Sikap primordialisme yang kuat antar suku di Tulang Bawang menjadi tantangan berat dalam penerapannya. Persatuan ini direalisasikan melalui musyawarah mufakat dan gotong royong. Untuk memahami persatuan di tengah perbedaan, falsafah ini dapat dihubungkan dengan ajaran Konfusianisme dan prinsip 'Yin dan Yang'. Prinsip Yin dan Yang menggambarkan interaksi dua unsur yang berbeda, bahkan bertolak belakang, yang membentuk harmoni atau kesatuan. Masyarakat Tulang Bawang, dengan perbedaan suku yang kental, harus membentuk harmoni dan menyadari ketergantungan antar suku. Falsafah ini tetap relevan sebagai pedoman untuk mengantisipasi dan mengatasi konflik, serta mendorong keterbukaan.


Keywords


Nengah Nyappur, Yin-Yang, Lampung

References


Ali, Sandika. “Nilai-Nilai Piil Pesenggiri Syaer Masyarakat Megou Pak Tulang Bawang Dan Relevansinya Dengan Pendidikan Karakter.” Universitas Lampung, Tesis, 2018.

Ayyuhda, Citra, and Karsiwan. “Nilai-Nilai Kearifan Lokal Kitab Kuntara Raja Niti Sebagai Pedoman Laku Masyarakat Lampung.” Jurnal Social Pedagogy 1, no. 1 (2020): 11–18.

Fadli, Muhammad Rijal. “Memahami Desain Metode Penelitian Kualitatif.” Humanika 21, no. 1 (2021): 3354.

Fung. Sejarah Filsafat Asia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2007.

Hartati, Umi. “Pengembangan Modul Sejarah Lembaga Adat Megou Pak Untuk SMA Di Tulang Bawang.” Historia 7, no. 1 (2019): 130–51.

Kataria, Syahmal. “Explaining Ethnicity: Primordialism vs. Instrumentalism.” Social Science Research Journal 5, no. 4 (April 2018): 130–35.

Kelen, Betty. In Life and Legend. London: Sheldon Press, 1971.

Kesuma, Tubagus Ali Rahman Puja, and Deri Cecilia. “Piil Pesenggiri: Strategi Resolusi Konflik Menggunakan Nilai-Nilai Agama Dan Pancasila.” Jurnal Masyarakat Dan Budaya 19, no. 2 (2017): 237–52.

Koller, John M. Filsafat Asia. Maumere: Penerbit Ledalero, 2010.

Mardihartono, Agus. “Kebijakan Jejamou Ngebangun Sai Bumi Nengah Nyappur Di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung.” Jurnal Studi Pemerintahan 2, no. 1 (February 201 AD): 1–22.

Nggebu, Sostenis. “Meningkatkan Publikasi Jurnal Teologi Melalui Penguasaan Beragam Metode Penelitian Teologi.” Phronesis: Jurnal Teologi Dan Misi 7, no. 2 (Desember 2024): 147–63.

Rachmawati, Imami Nur. “Pengumpulan Data Dalam Penelitian Kualitatif: Wawancara.” Jurnal Keperawatan Indonesia 11, no. 1 (March 2017): 35–40.

Yulianto, Nana Mulyana, and Simon Sumanjoyo Hutagalung. “Adoption of Local Values for Bureaucratic Reform in Lampung Province.” Mimbar 34, no. 1 (June 2018): 24–32.

Yun, Sung Hyun. “An Analysis of Confucianism’s Yin-Yang Harmony with Nature and the Traditional Oppression of Women: Implications for Social Work Practice.” Sage Journals 13, no. 6 (March 2012).




DOI: https://doi.org/10.24071/div.v4i2.13682

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

Flag Counter

E-ISSN: (Validity Starting Volume 1 No. 2, Juli 2023) 2988-2311

P-ISSN: (Validity Starting Volume 1 No. 2, Juli 2023) 2988-5434

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.