Membongkar Narasi Kolonial: Kritik Seni dalam Pameran Tunggal Structure Destroyer oleh Prihatmoko Moki
(1) Magister Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa, Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada
(2) Magister Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa, Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada
(3) Magister Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa, Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada
(*) Corresponding Author
Abstract
Tulisan ini membahas narasi kolonial yang direpresentasikan dan diinterpretasikan ulang dalam karya Structure Destroyer pada pameran tunggal Prihatmoko Moki. Berangkat dari artefak visual berupa karya fotografi dari koleksi Wikimedia Commons, Prihatmoko Moki membaca ulang artefak tersebut sebagai simbol kuasa, lalu meresponsnya melalui intervensi artistik dalam medium dua dimensi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kritik seni dengan metode ikonografi visual Erwin Panofsky, yang terdiri dari tiga tahap: pra-ikonografi, ikonografi, dan ikonologi, serta evaluasi terhadap karya yang dikaitkan dengan konteks sosial dan budaya saat ini. Tulisan ini mengeksplorasi seniman Prihatmoko Moki menggeser makna narasi kolonial melalui strategi visual dalam Structure Destroyer dan peran intervensi artistiknya dalam kritik seni rupa kontemporer. Tulisan ini menegaskan bahwa intervensi artistik dalam Structure Destroyer adalah strategi kunci pembongkaran narasi kolonial, sekaligus menawarkan perspektif baru dalam memaknai sejarah melalui seni rupa.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Buku dan Jurnal
Ariani. 2015. "Perubahan Fungsi pada Museum Fatahillah Ditinjau dari Teori Poskolonial." HUMANIORA 6(4): 483–495.
Arnold, B. C. 2022. “The Invention of Photography, the Netherlands, and the Dutch East Indies”, dalam B. C. Arnold (ed.), A History of Photography in Indonesia: From the Colonial Era to the Digital Age, hlm. 25–45. Amsterdam: Amsterdam University Press.
Ekarini, Dian. 2023. “Karakterisasi dan Identifikasi Kertas Foto (Albumen, Gelatin-Perak, dan Kolodion) pada Koleksi Fotografi Kuno,” hlm. 79–178, dalam Kajian Konservasi Koleksi Museum Sonobudoyo. Yogyakarta: Penerbit Museum Sonobudoyo.
Gibbons, Joan. 2007. Contemporary Art and Memory: Images of Recollection and Remembrance. London & New York: I.B. Tauris.
Hasibuan, F. A. (ed.). 2025. Structure Destroyer (Katalog Pameran). Kebun Buku.
Hujatnikajennong, Agung. 2015. Kurasi dan Kuasa: Kekuratoran dalam Medan Seni Rupa Kontemporer di Indonesia. Tangerang Selatan: Marjin Kiri.
Kartodirdjo, Sartono, Marwati Djoened Poesponegoro, dan Nugroho Notosusanto. 1975. Sejarah Nasional Indonesia V: Jaman Kebangkitan Nasional dan Masa Akhir Hindia Belanda. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Levine, Philippa. 2008. "States of Undress: Nakedness and the Colonial Imagination." Victorian Studies 50(2): 189–219.
Martinus, Dwi Marianto. 2017. Art & Life Force in a Quantum Perspective. Scritto Books Publisher.
Panofsky, Erwin. 1955. Meaning in the Visual Arts. New York: Doubleday Anchor Books.
Purwanto, Bambang. 2008. "Kesadaran Dekonstruktif dan Historiografi Indonesiasentris," hlm. 33–62, dalam Budi Susanto, S.J. (ed.), Membaca Postkolonialitas (di) Indonesia. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.
Wawancara
Prihatmoko Moki. Wawancara oleh Isradina Paricha, Febri Anugerah dan Ryssa Putri Nabila, 25 Februari.
DOI: https://doi.org/10.24071/jbm.v30i1.13314
DOI (PDF): https://doi.org/10.24071/jbm.v30i1.13314.g4793
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Isradina Paricha