Wajah Pluralisme Positif dalam Surat A.R. Fachruddin kepada Paus Yohanes Paulus II

Muhammad Ichsan Budi Prabowo(1*),

(1) Museum Muhammadiyah, Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta
(*) Corresponding Author

Abstract


Kedatangan Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1989 ke Indonesia menjadi sebuah momen bersejarah dalam dinamika umat beragama di Indonesia. Sebagai negara Muslim terbesar, kedatangan sang paus juga bertepatan dengan momen krusial hubungan antara umat Islam dan narasi dalam kemelut Kristenisasi yang membawa arus konversi agama. Penemuan dokumen surat A.R. Fachruddin sebagai pemimpin Muhammadiyah waktu itu kepada Paus Paulus Yohanes II saat kunjungannya di Indonesia menjadi sebuah jendela pengetahuan untuk memahami hubungan Muslim dan Kristen yang berada dalam konflik kepentingan dan usaha-usaha negosiasi. Nantinya nilai yang coba dikonsepsikan oleh A.R. Fachruddin menjadi fondasi dari konsep pluralisme positif yang baru diwacanakan beberapa dekade setelahnya. Dalam suratnya, A.R. Fachruddin menyatakan beberapa konsep tentang usaha argumentatif umat Islam atas agamanya, ketidakpuasan dalam konflik yang terjadi, serta usaha negosiasi demi mencapai kebaikan bersama dalam kehidupan berbangsa. 


Keywords


pluralisme positif; Paus Yohanes Paulus II; A.R. Fachruddin; Muhammadiyah; umat beragama

Full Text:

PDF

References


Arsip dan Surat Kabar

“Sang Gembala Itu Telah Datang”, Koran Tempo, edisi 14 Oktober 1989.

A.R. Fachruddin, Surat kepada Paus Yohanes Paulus II: Pangayubagiya sugeg rawuh dan sugeg kundur bapak Paus Paulus Yohanes Paulus II, saking kula Pak A.R Ngayogyakarta.

G. F. E. Gonggryp, Geillustreerde encyclopaedie van Nederlandsch-Indie/door IV, Batavia, Martinus Nijhoff.

Harian Kompas, 9 hingga 14 Oktober 1989.

Buku

Abdullah, Amin, dkk. 2018. Costly Tolerance: Tantangan Baru Dialog Muslim Kristen di Indonesia dan Belanda. Yogyakarta: CRSS.

Beck, Herman L. 2019. Fenomenologi Islam Modernis: Kisah Perjumpaan Muhammadiyah dengan Kebinekaan Perilaku Beragama. Yogyakarta: Suara Muhammadiyah.

Blumer, Herbert. Social Movement dalam Prisciples of Sociology. New York: Barner and Nobel, 1976.

Jainuri, Achmad. 2002. Ideologi Kaum Reformis: Melacak Pandangan Keagamaan Muhammadiyah Periode Awal. Surabaya: Ipam.

Kartodirdjo, Sartono. 2012. Pemikiran dan Perkembangan Historiografi Indonesia. Yogyakarta: Ombak.

Kim, Hyung Jun. 2015. Revolusi Perilaku Keagamaan di Pedesaan Yogyakata. Yogyakarta: Suara Muhamadiyah.

Kuntowijoyo. 2001. Muslim Tanpa Masjid: Esai-esai Esai-esai Agama, Budaya dan Politik dalam Bingkai Strukturalisme Transedental. Bandung: Mizan.

_______________. 2011. Pendekatan Ilmu Sosial dalam Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Ombak.

Ma’arif, Ahmad Syafi’i, dkk. 1998. Keterkaitan Antara Sejarah, Filsafat, dan Agama. Yogyakarta: Majelis Pustaka Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Mut’ti, Abdul dan Azaki Khirudin. 2019. Pluralisme Positif: Konsep dan Implementasi dalam Pendidikan Muhammadiyah. Jakarta: MPI PP Muhammadiyah.

Nugroho, Singgih. 2008. Menyintas dan Menyebrang, Perpindahan Massal Keagamaan Pasca 1965 di Pedesaan Jawa. Yogyakarta: Syarikat.

Rais, Amin. 1991. Cakrawala Islam antara Cita dan Fakta. Bandung: Mizan.

Shihab, Alwi. 1998. Membendung Arus: Respon Gerakan Muhammadiyah Terhadap Misi Kristen di Indonesia. Bandung: Mizan.

Surjomoharjo, Abdurachman. 2008. Kota Yogyakarta Tempo Doeloe: Sejarah Sosial 1880-1930. Depok: Komunitas Bambu.

Syoedja, H.M. 2015. Cerita tentang Kiyai Haji Ahmad Dahlan: Catatan Haji Muhammad Syoedja. Yogyakarta: Suara Muhammadiyah.

Vlekke, H.M. 2008. Nusantara: Sejarah Indonesia. Jakarta: KPG Gramedia.




DOI: https://doi.org/10.24071/jbm.v30i1.13312

DOI (PDF): https://doi.org/10.24071/jbm.v30i1.13312.g4789

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Muhammad Ichsan Budi Prabowo