Praktik Disiplin dalam Pendidikan di Seminari Menengah

P. Benny Setyawan

Sari


Tulisan ini menguraikan tentang pendidikan Seminari Menengah yang merupakan pendidikan dasar bagi calon-calon imam Katolik. Pendidikan di Seminari dijalankan melalui bidang akademik, pengalaman pastoral, dan pembinaan yang khas di bidang rohani. Penulis lebih jauh memandang bahwa pendidikan di Seminari dilakukan dengan mendisiplinkan tubuh untuk membentuk mental yang taat. Hal itu dilakukan dengan memberi prasyarat para siswanya untuk tinggal di asrama. Di dalam asrama itu, mereka didisiplinkan dengan jadwal aktivitas yang ketat,membuat catatan mengenai diri dan segala aktivitasnya secara detail serta terus menerus diawasi dengan menerapkan silih bagi pelanggarnya. Melalui pendidikan dan latihan pendisiplinan tubuh, para seminaris diharapkan bisa menjadi pribadi yang bermental tangguh, mandiri dan mampu beradaptasi di dalam relasi sosial dan komunitas.

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Copyright (c) 2016 RETORIK



ISSN (edisi cetak)  1412-6931

e-ISSN (edisi elektronik) 2549-2225 

Redaksi RETORIK Jurnal Ilmu Humaniora

Program Magister Ilmu Religi dan Budaya Universitas Sanata Dharma | Mrican, Tromol Pos 29, Yogyakarta, Indonesia 55001 | Telp. +62-274-515301, 515352 ext. 1443 | e-mail: magisterirb@usd.ac.id

Rekening Bank

Bank CIMB NIAGA a.c. 287.01.00277.005 a.n. LPPM USD

(c) 2016, 2017, Jurnal RETORIK IRB-USD