American Style Mormon van Jogja: Pendisiplinan Tubuh Sebagai Ekspresi Religiositas

Gabriel Abedneju

Sari


Artikel ini membahas tentang bentuk pendisiplinan tubuh hasil percampuran budaya Amerika dan Jawa di dalam komunitas gereja Mormon di Yogyakarta. Hibriditas ini dimaknai sebagai bagian penting religiositas mereka ketika memaknai hidup berkomunitas dan berhubungan dengan yang ilahi. Tiga kerangka teori dipergunakan untuk membaca fenomena ini yaitu: teknologi politik terhadap tubuh dan panoptikon menurut Michel Foucault, serta identitas hibrid Homi Bhabha. Ketiganya digunakan untuk menganalisa data empirik temuan lapangan ketika peneliti berinteraksi langsung dalam gereja. Temuan penelitian ini memaparkan bahwa religiositas seseorang dapat ditentukan dari bentuk-bentuk penampilan dan perilaku empirik. Tolok ukur kerohanian mereka ditentukan bagaimana kesungguhan seseorang memaknai perilakunya seperti yang dikehendaki

oleh kelompok itu. Budaya yang diyakini secara kolektif melalui pembacaan simbolsimbol mampu memproduksi budaya baru yang memiliki makna religius.


Kata Kunci


Mormon; hibriditas; religiositas; panaptikon; pendisiplinan tubuh

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Copyright (c) 2018 RETORIK



ISSN (edisi cetak)  1412-6931

e-ISSN (edisi elektronik) 2549-2225 

Redaksi RETORIK Jurnal Ilmu Humaniora

Program Magister Ilmu Religi dan Budaya Universitas Sanata Dharma | Mrican, Tromol Pos 29, Yogyakarta, Indonesia 55001 | Telp. +62-274-515301, 515352 ext. 1443 | e-mail: magisterirb@usd.ac.id

Rekening Bank

Bank CIMB NIAGA a.c. 287.01.00277.005 a.n. LPPM USD

(c) 2016, 2017, Jurnal RETORIK IRB-USD