KONFORMITAS: ADAPTASI PUSTAKAWAN DI ERA MASYARAKAT EKONOMI ASEAN

Lilik Kurniawati Uswah

Abstract


MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) menuntut masyarakat Indonesia untuk dapat bersaing di tingkat regional dan global dalam berbagai bidang. Di bidang ekonomi, masyarakat Indonesia dituntut untuk bisa bersaing pada Asean Free Trade Area (AFTA). Di  bidang pendidikan dan teknologi, masyarakat Indonesia dituntut untuk bisa bersaing pada ASEAN Ministerial Meeting on Science and Technology (AMMST) dan bidang lain termasuk di dalamnya bidang Perpustakaan, Dokumentasi dan Informasi.  Harapannya masyarakat Indonesia dapat bersaing di tingkat regional dan global, serta menjadi salah satu pusat pengetahuan dunia melalui lembaga perpustakaan.

MEA merupakan sebuah tantangan sekaligus peluang yang bisa dimanfaatkan oleh pustakawan dari berbagai jenis perpustakaan untuk dapat mengembangkan karir, serta meningkatkan kompetensi dan intelektualitasnya. Untuk hal tersebut dibutuhkan kemampuan beradaptasi yang baik dari para pustakawan. Adaptasi individu terhadap situasi tertentu disebut sebagai konformitas.

Sertifikasi pustakawan adalah pressure group bagi pustakawan untuk bisa memasuki gerbang MEA yang diberlakukan pada akhir tahun 2015. Dengan sertifikasi ini pulalah, pustakawan Indonesia diharapkan siap dan mampu bersaing dengan pustakawan lainnya. Diperlukan kompetensi profesional, pribadi, dan umum untuk meningkatkan value pusakawan.

 

Kata kunci: konformitas; adaptasi; pustakawan era MEA; kompetensi.

Full Text:

PDF

References


Asch, Solomon. Opinions and Social Pressure. Diakses 17 Oktober 2015 dari http://www.panarchy.org/asch/social.pressure.1955.html

Darwin, Charles. (2003). The Origin of Species – Asal Usul Spesies: Melalui Seleksi Alam atau Survival of the Fittest dalam Struggle for existece. Sebuah Adi Karya Termasyhur Mengenai Evolusi yang Mendobrak Pemikiran Ilmiah. Jakarta: Penerbit Obor.

Kartono, K. & Gulo, D. (2000). Kamus Psikologi. Bandung: Pionir Jaya.

Richards Jack C and Rodgers Thodore S. (2001). Approaches and Methods in Language Teaching. Cambridge University Press.

Sears, D.O. (2004). Psikologi Sosial Jilid 2. Jakarta: Erlangga.

Soekanto, Soerjono. (2006). Sosiologi suatu Pengantar Edisi Baru 40.Jakarta: Penerbit PT Raja Grafindo Persada.

Special Libraries Association (SLA). Competencies for Information Professionals of the 21st Century. Revised edition, June 2003. Diakses pada 17 Oktober 2015 dari https://www.sla.org/about-sla/competencies/

Suharso dan Retnoningsih, Ana. (2009). Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Lux.Semarang: Penerbit CV Widya Karya.

Suliman Al-Hawandeh and Foo, S. (2001). “Information Professionals in the Information Age: Vital Skills and Competencies”, Paper Presented at the International Conference for Library and Information. Diakses pada 17 Oktober 2015 dari www.ntu.edu.sghomesfoopublications200101iclise_fmt.pdf

Sulistyo Basuki. (1991). Pengantar Ilmu Perpustakaan.Jakarta: Gramedia Utama.

Sunarto, Kamanto. (1993). Pengantar Sosiologi.Jakarta: Fakultas Ekonomi UI.

Zebua, A.S. & Nurdjayadi, R.D. (2001). Hubungan antara Konformitas dan Konsep Diri dengan Perilaku Konsumtif pada Remaja Putri dalam Jurnal Phronesis Vol. 3, No. 6, Hal. 72-82


Refbacks

  • There are currently no refbacks.